Info Kejadian Makassar

Muhammadiyah Dorong KHGT sebagai Solusi Global Penentuan Hari Raya

MAKASSAR, INKAM – Muhammadiyah menegaskan bahwa Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), bukan sekadar metode penentuan awal bulan, melainkan ikhtiar besar untuk menyatukan umat Islam di seluruh dunia dalam pelaksanaan ibadah.

Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Ambo Asse, dalam forum pemantauan hilal, yang digelar Kementerian Agama di Observatorium Unismuh Makassar, Kamis (19/3/2026).

Menurut Ambo Asse, pengalaman panjang perbedaan penetapan hari raya menjadi latar belakang lahirnya KHGT.

Perbedaan tersebut tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berdampak pada psikologi sosial umat yang kerap mengalami kebingungan.

Ia menilai, kebutuhan akan kalender Islam yang seragam, semakin mendesak di tengah dunia yang semakin terhubung secara global.

“Harapan utama Muhammadiyah adalah umat Islam di seluruh dunia bisa beribadah tanpa ragu, baik dalam puasa maupun salat Idulfitri,” ujarnya.

Ambo Asse menegaskan, KHGT merupakan proyek persatuan, bukan upaya mempertajam perbedaan. Melalui sistem ini, umat Islam di berbagai negara diharapkan memiliki satu acuan yang sama dalam menentukan awal Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha.

Ia juga mengungkapkan, gagasan penggunaan kalender global telah lama berkembang, bahkan sejak kajian akademiknya pada 2007.

Pandangan tersebut semakin menguat setelah berbagai forum internasional, termasuk konferensi negara-negara Islam di Turki pada 2016.

“Kalau ingin bersatu, harus ada kalender bersama dan menggunakan matlak global,” tegasnya.

Baca Juga  1.325 Mahasiswa Unismuh Makassar Terima Beasiswa KIP Kuliah 2024, Terbanyak di LLDIKTI IX

Di sisi lain, Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ali Yafid, mengajak masyarakat untuk menyikapi perbedaan penentuan Idulfitri dengan bijak.

Ia menekankan, bahwa perbedaan yang terjadi bukanlah bentuk pertentangan, melainkan perbedaan metode.

Ketua MUI Sulawesi Selatan, Najamuddin Abdul Safa, juga mengingatkan pentingnya menjaga toleransi, dalam menyikapi perbedaan yang telah lama menjadi bagian dari dinamika umat Islam di Indonesia.

“Silakan berbeda, tetapi tetap saling menghormati. Itu yang paling penting,” ujarnya.

Dengan demikian, momentum pemantauan hilal di Unismuh Makassar tidak hanya menjadi ajang observasi astronomi, tetapi juga ruang refleksi tentang pentingnya persatuan di tengah perbedaan.

WhatsApp Image 2026-04-09 at 09.33.21
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO