MAKASSAR, INKAM — Program mudik gratis yang digelar PT Pegadaian di Makassar mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Sekitar 400 orang pemudik diberangkatkan menggunakan delapan bus yang disiapkan khusus untuk mendukung kelancaran perjalanan pulang kampung jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Antusiasme tinggi terlihat sejak hari pertama pendaftaran dibuka. Seluruh kuota langsung terpenuhi hanya dalam hitungan jam. Setiap bus memiliki kapasitas sekitar 50 penumpang, sehingga total peserta mudik yang diberangkatkan mencapai ratusan orang.
Deputy Operasional PT Pegadaian Kanwil VI Makassar, Andi Syam, mengatakan tingginya minat masyarakat menunjukkan, program mudik gratis sangat dibutuhkan, terutama bagi warga yang ingin berkumpul bersama keluarga saat Lebaran.
“Pendaftaran kami buka, dan dalam hitungan jam langsung habis. Ada delapan bus dengan kapasitas sekitar 50 orang per bus, semuanya langsung penuh,” ujar Andi Syam, usai pelepasan pemudik di halaman kantor Pegadaian Kanwil VI Makassar, Selasa (17/03/2026).
Ia menegaskan, mudik bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan hati untuk mempererat tali silaturahmi. Program bertajuk “Mudik Aman Berbagi Harapan” ini, menjadi bentuk komitmen Pegadaian, untuk hadir tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga mitra sosial masyarakat.
“Pegadaian ingin memastikan masyarakat bisa mudik dengan aman dan tanpa biaya. Ini adalah wujud nyata kami melayani sepenuh hati,” jelasnya.
Selain itu, Pegadaian juga memastikan seluruh armada dalam kondisi prima, dan pengemudi dalam keadaan sehat, guna menjamin keselamatan selama perjalanan.
Andi Syam juga mengingatkan pemudik untuk menjaga kesehatan, memperhatikan barang bawaan, serta menyampaikan salam kepada keluarga di kampung halaman.
Tak hanya menghadirkan program mudik gratis, Pegadaian juga aktif menggelar berbagai kegiatan sosial selama bulan Ramadan.
Salah satunya program “Mengetuk Pintu Langit” yang rutin dilakukan setiap Jumat, dengan membagikan takjil gratis kepada masyarakat.
Selain itu, Pegadaian juga menyalurkan santunan kepada anak yatim dan anak asuh, serta melakukan perbaikan sarana ibadah seperti masjid, panti asuhan, hingga sekolah dan madrasah.
Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama Ramadan dan musim mudik, Pegadaian memastikan layanan tetap dapat diakses dengan optimal.
Melalui aplikasi Pegadaian Digital, nasabah dapat melakukan berbagai transaksi keuangan secara fleksibel selama 24 jam.
“Kami mendorong masyarakat memanfaatkan aplikasi Pegadaian Digital, agar layanan tetap bisa diakses kapan saja tanpa harus datang ke kantor,” tambahnya.
Meski memasuki masa libur Lebaran, Pegadaian juga memastikan sejumlah outlet tetap beroperasi secara terbatas, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Petugas juga disiagakan, untuk membantu dan mengarahkan nasabah yang membutuhkan layanan.
Salah satu peserta mudik, Dea, mengaku sangat terbantu dengan program ini. Ia yang merupakan nasabah Pegadaian selama tiga tahun, mengungkapkan rasa syukur, karena bisa pulang kampung ke Palopo tanpa biaya.
“Alhamdulillah, sangat terbantu sekali. Saya bisa mudik gratis ke Palopo berkat Pegadaian,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, Pegadaian menyampaikan harapan, agar seluruh pemudik dapat tiba dengan selamat di kampung halaman, dan merayakan Idul Fitri bersama keluarga dalam suasana penuh kebahagiaan.















