MAKASSAR, INKAM — Ajang fesyen muslim terbesar di Makassar, Trend Hijab Ramadan 2026, resmi dibuka di Hotel Claro Makassar, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan yang digelar oleh Artpro ini kembali menghadirkan puluhan desainer, pelaku UMKM, serta brand modest fashion dari berbagai kota besar di Indonesia.
CEO Artpro, Andi Yulham Malebbireng, mengatakan, Trend Hijab Expo telah menjadi agenda tahunan sejak 2015, dan kini memasuki tahun ke-10 pelaksanaannya di Makassar.
Event tersebut menjadi wadah bagi desainer dan pelaku industri fesyen muslim, untuk mempromosikan karya sekaligus memperluas pasar di kawasan Indonesia Timur.
“Trend Hijab Expo khususnya di Makassar dimulai pada tahun 2015. Artinya tahun ini kurang lebih sudah 10 tahun kami hadir di Makassar,” ujar Andi Yulham saat membuka acara.
Ia menjelaskan, kegiatan tahun ini diikuti sekitar 80 booth, yang sebagian besar diisi oleh desainer dan butik dari berbagai kota, seperti Bandung, Jakarta, Surabaya, serta sejumlah pelaku usaha lokal Makassar.
Andi Yulham juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak, yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk Bank Indonesia, yang selama ini menjadi mitra strategis dalam pengembangan ekonomi syariah dan industri modest fashion.
“Kerja sama dengan Bank Indonesia ini bukan yang pertama kali. Sudah beberapa kali kita berkolaborasi, menghadirkan tren hijab sekaligus mendukung pekan ekonomi syariah,” katanya.
Acara pembukaan turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan Wahyu Purnama, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan H. Andi Mirna, SH., M.A.P, Wakil Ketua Dekranasda Sulsel Prof. Sri Astuti Thamrin, Wakil Ketua Harian Dekranasda Sulsel Melani Simon Jufri, serta Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Muhammad Jufri.
Wakil Ketua Harian Dekranasda Sulawesi Selatan, Melani Simon Jufri, mengatakan, Ramadan selalu menghadirkan suasana istimewa yang tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga menjadi momentum berkembangnya kreativitas dan pergerakan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, sektor modest fashion menjadi salah satu industri kreatif yang selalu hidup, dan berkembang setiap Ramadan.
“Trend Hijab Ramadan 2026 bukan sekadar peragaan busana, tetapi ruang kolaborasi bagi desainer, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan lembaga pendukung seperti Bank Indonesia untuk memperkuat ekosistem industri kreatif di Sulawesi Selatan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun Dekranas ke-46 dan Hari Kesatuan Gerak PKK, yang rencananya diperingati pada Juli 2026 di Kota Makassar.
Dalam rangkaian acara tersebut, berbagai kegiatan turut digelar, di antaranya fashion show yang melibatkan Ketua Dekranasda dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, preloved charity sebagai gerakan berbagi kepada korban bencana alam di Pulau Sumatera, serta lelang produk kriya dan wastra karya para perajin Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Wahyu Purnama, menyebut, event ini menjadi peluang strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan UMKM halal.
“Ini menjadi peluang bagi perkembangan UMKM halal. Saat ini industri halal Indonesia berada di peringkat keempat dunia, sehingga kami mendukung program seperti ini untuk memperkuat ekosistemnya,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat menemukan berbagai produk fesyen muslim seperti hijab, busana muslim, hingga aksesoris, dengan harga yang bervariasi mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Kegiatan Trend Hijab Ramadan 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 15 Maret 2026, sekaligus menjadi ajang promosi bagi pelaku industri modest fashion, serta penggerak ekonomi kreatif di Sulawesi Selatan.












