MAKASSAR, INKAM — Sivitas akademika Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, melaksanakan Salat Gerhana Bulan (Khusuf) berjamaah di Masjid Subulussalam Al-Khoory, Selasa malam, 3 Maret 2026, bertepatan dengan 14 Ramadan 1447 Hijriah.
Ibadah sunnah muakkad ini digelar, menyusul fenomena Gerhana Bulan Total yang dapat disaksikan di wilayah Sulawesi Selatan, sejak waktu Magrib hingga menjelang Isya.
Ratusan jamaah yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan masyarakat sekitar turut mengikuti rangkaian ibadah dengan khidmat.
Pelaksanaan salat dipimpin Imam Ahmad Fauzan, sementara khutbah disampaikan oleh Dr. KH. Abbas Baco Miro, Lc., M.A.
Salat gerhana dilaksanakan dua rakaat dengan empat kali rukuk dan dua kali sujud, pada setiap rakaat, sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Yang menarik, selama prosesi ibadah berlangsung, jamaah juga dapat menyaksikan secara langsung proses gerhana melalui layar, yang menampilkan siaran dari Observatorium Unismuh Makassar.
Observatorium yang menjadi satu-satunya di Sulawesi Selatan itu, menyiarkan setiap fase gerhana, mulai dari awal gerhana sebagian hingga puncak gerhana total, saat bulan tampak kemerahan atau dikenal sebagai fenomena “blood moon”.
Selain ditampilkan di area masjid, pengamatan gerhana tersebut juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Unismuh Makassar, sehingga dapat diakses masyarakat luas.
Fenomena langit yang terjadi di bulan suci Ramadan ini, memberikan pengalaman spiritual sekaligus edukatif bagi jamaah, karena mereka tidak hanya melaksanakan ibadah sunnah, tetapi juga memahami proses astronomi yang terjadi di alam semesta.
Momentum tersebut menjadi pertemuan antara dimensi ibadah dan sains, di mana fenomena astronomi dapat dipahami secara ilmiah, sekaligus dimaknai sebagai tanda kebesaran Allah SWT.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari edukasi publik, yang memperkuat literasi sains dan spiritualitas Ramadan, di lingkungan kampus serta masyarakat sekitar.
Dengan adanya observatorium dan kegiatan pengamatan astronomi, Unismuh Makassar terus mendorong integrasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman, dalam kehidupan akademik.












