KOLAKA, INKAM — Proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa milik PT Vale Indonesia Tbk, menunjukkan progres konstruksi signifikan. Hingga Januari 2026, pembangunan proyek telah mencapai 65,76 persen, dan dinilai on track sesuai target.
Memasuki Maret 2026, proyek ini menargetkan produksi 300.000 ton limonit per bulan atau sekitar 9.677 ton per hari.
Strategi ramp-up dilakukan secara disiplin, guna memastikan keberlanjutan operasional, dan optimalisasi kapasitas produksi secara bertahap.
Aktivasi area oresell di Pit PB5 dan Pit PB1 dengan kapasitas penyimpanan hingga 4 juta Mwmt, memperkuat inventory buffer proyek.
Kapasitas tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan bahan baku, serta meminimalkan risiko gangguan operasional di tengah volatilitas pasar komoditas global.
Di sisi infrastruktur, pembangunan Main Haul Road (MHR) menuju stockpile telah mencapai 40 persen. Jalur ini menjadi tulang punggung distribusi material dari area tambang ke fasilitas pengolahan dan pelabuhan, sekaligus meningkatkan efisiensi hauling dan menekan potensi bottleneck logistik.
Sebagai bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), PT Vale menegaskan komitmennya terhadap capital discipline, efisiensi proyek, serta praktik pertambangan berkelanjutan.
Penguatan infrastruktur dan kesiapan operasional ini, dinilai akan meningkatkan visibilitas arus kas jangka menengah dan panjang, sekaligus mendukung agenda hilirisasi nasional.















