MAKASSAR, INKAM — Universitas Hasanuddin (Unhas) merespons cepat viralnya video sejumlah remaja, yang mengendarai sepeda listrik WESGO Unhas secara berisiko di lingkungan kampus.
Aksi seperti melaju dengan kecepatan tinggi hingga melakukan wheelie memicu perhatian publik, khususnya terkait aspek keselamatan.
Sepeda listrik WESGO Unhas sendiri baru diperkenalkan secara resmi pada 18 Februari 2026, melalui tahap soft launching.
Sebanyak 600 unit telah ditempatkan, sebagai bagian dari program kerja sama antara PT EZGO Technology Indonesia (EZGO) dan Unhas.
Kerja sama tersebut ditandatangani pada 16 September 2025, dengan target penempatan bertahap hingga 5.000 unit di kawasan kampus.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kantor Sekretariat Rektor Unhas, Ishaq Rahman, menegaskan, fase awal ini merupakan masa uji coba untuk memastikan kesiapan sistem dan penerimaan publik.
“Soft launching ini memang menjadi fase evaluasi. Kami membuka diri terhadap masukan masyarakat, dan langsung melakukan pembahasan menyeluruh untuk penyempurnaan tata kelola pengoperasian WESGO Unhas,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Dari evaluasi pekan pertama, Unhas mengidentifikasi beberapa aspek penting yang perlu diperbaiki. Salah satunya terkait akses pengguna.
Saat ini sepeda listrik dapat digunakan siapa saja yang memiliki telepon genggam dan mengunduh aplikasi. Ke depan, akan diterapkan pembatasan usia minimum serta pengawasan bagi pengguna di bawah umur.
Selain itu, radius penggunaan yang saat ini mencapai 2 kilometer dinilai terlalu luas, karena berpotensi menjangkau jalan raya dengan lalu lintas padat.
Unhas dan EZGO akan segera mengurangi jangkauan operasional, untuk meminimalkan risiko gangguan lalu lintas dan potensi kecelakaan.
Aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama. Saat ini sepeda listrik diposisikan setara sepeda biasa, sehingga belum dilengkapi standar kendaraan bermotor.
Ke depan, akan dilakukan penyempurnaan berupa penambahan kaca spion, lampu sein, helm bagi pengguna, serta fitur keselamatan lainnya.
“Keselamatan dan kenyamanan menjadi prioritas utama. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait, untuk pengaturan penggunaan di luar kawasan kampus,” jelas Ishaq.
Unhas menegaskan bahwa fasilitas WESGO diperuntukkan bagi sivitas akademika, yakni dosen dan mahasiswa. Namun masyarakat yang berada di lingkungan kampus, tetap dapat mengaksesnya dengan pengawasan lebih ketat dari petugas keamanan, serta edukasi kepada pengguna.
Pihak kampus berharap, masyarakat memahami bahwa program sepeda listrik ini merupakan bagian dari visi besar menjadikan Unhas sebagai kampus hijau, yang mendukung pengurangan emisi karbon dan pembangunan berkelanjutan.
“Peristiwa viral ini menjadi masukan berharga bagi kami untuk menyempurnakan tata kelola. Komitmen kami jelas, menghadirkan sistem transportasi ramah lingkungan yang aman dan tertib,” tutup Ishaq.















