MAKASSAR, INKAM – Pangdam XIV/Hasanuddin Bangun Nawoko menggelar coffee morning bersama awak media, di area Kolam Renang Tirta Lontara, Jumat (30/1/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, sekaligus bentuk apresiasi Kodam XIV/Hasanuddin terhadap peran penting insan pers, khususnya dalam peliputan operasi SAR gabungan jatuhnya pesawat ATR beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada jurnalis, yang dinilai bekerja dengan dedikasi tinggi, selama proses pencarian dan penyelamatan.
Ia menyoroti peran media, yang konsisten menyampaikan perkembangan terbaru operasi SAR kepada publik dan keluarga korban.
“Kita menyelenggarakan coffee morning dengan awak media. Pertama sebenarnya untuk mengapresiasi peran media, khususnya pada saat operasi SAR gabungan jatuhnya pesawat ATR,” ujar Bangun Nawoko.
Menurutnya, awak media menunjukkan militansi luar biasa, dengan bertahan hingga tujuh sampai delapan hari di Posko Aju Bulusaraung, untuk meliput proses SAR.
Keberlanjutan informasi yang disampaikan dinilai berdampak positif, terutama bagi keluarga korban yang menunggu kepastian.
“Saya melihat rekan-rekan media begitu militan sampai tujuh bahkan delapan hari di Posko Bulusaraung. Peran media sangat besar, karena waktu demi waktu memberitakan perkembangan hasil operasi SAR,” jelasnya.
Selain apresiasi, kegiatan coffee morning ini juga dimanfaatkan Pangdam, untuk memberikan edukasi mitigasi bencana kepada awak media.
Edukasi tersebut dinilai penting, mengingat tingginya potensi bencana hidrometeorologi belakangan ini, seperti banjir yang kerap terjadi di berbagai wilayah.
“Namun pada hari ini, mengingat banyak sekali bencana hidrometeorologi, maka kita memberikan sedikit edukasi bagaimana mengatasinya, contohnya banjir,” ungkap Pangdam.
Ia menilai masih banyak masyarakat, termasuk awak media, yang belum memahami cara pertolongan pertama saat menghadapi kondisi darurat banjir.
Padahal, barang-barang yang sehari-hari dibawa dapat dimanfaatkan sebagai alat keselamatan sederhana.
“Selama ini banyak yang belum memahami bagaimana pertolongan pertama. Padahal tas yang kita bawa bisa dimanfaatkan sebagai pelampung darurat,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Pangdam menjelaskan secara rinci, cara memanfaatkan tas ransel sebagai pelampung darurat dengan bantuan plastik. Metode sederhana tersebut dinilai efektif dan mudah diterapkan di lapangan.
“Plastik dimasukkan ke dalam tas terlebih dahulu, kemudian barang lainnya. Setelah itu plastik ditiup dan diikat sampai udara tidak keluar, lalu tas ditutup dan dikencangkan. Tas itu kemudian dilemparkan ke air,” terangnya.
Menurut Pangdam, satu tas ransel biasa bahkan mampu mengapungkan lebih dari dua orang. Sementara ransel militer, lanjutnya, dapat mengapungkan lebih dari tujuh orang dalam kondisi darurat.
“Ini pelampung darurat yang sangat efektif. Tidak hanya untuk awak media saat meliput bencana, tetapi juga bisa diterapkan oleh masyarakat di daerah rawan banjir maupun nelayan,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Pangdam XIV/Hasanuddin berharap sinergi antara TNI dan media semakin kuat, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan awak media, dalam menghadapi risiko saat bertugas di lapangan.















