MAKASSAR, INKAM – Kondisi terburu-buru tidak hanya memengaruhi kecepatan berkendara, tetapi juga kerap memicu emosi dan pengambilan keputusan yang berisiko di jalan raya.
Hal inilah yang menjadi perhatian Asmo Sulsel, dalam mengampanyekan pentingnya menjaga sikap dan mindset aman saat berkendara.
Dalam situasi dikejar waktu, pengendara cenderung bersikap agresif, seperti menyalip sembarangan, menerobos lampu lalu lintas, hingga tidak menjaga jarak aman.
Perilaku tersebut dinilai, menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas.
Asmo Sulsel mengingatkan, pengendalian emosi merupakan bagian penting dari keselamatan berkendara. Pengendara diimbau untuk tetap berpikir jernih, tidak memaksakan diri, serta menjaga ritme berkendara yang stabil meskipun berada dalam kondisi terburu-buru.
Supervisor Safety Riding & Community Asmo Sulsel, Habib, menyampaikan, satu keputusan salah akibat panik atau emosi dapat berakibat fatal. Menurutnya, keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama dibandingkan mengejar waktu.
“Dalam kondisi terburu-buru, jangan biarkan emosi mengambil alih. Lebih baik terlambat beberapa menit, daripada harus menghadapi risiko kecelakaan yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” kata Habib.
Selain mengontrol emosi, Asmo Sulsel juga menekankan pentingnya penggunaan perlengkapan berkendara yang lengkap.
Helm berstandar, jaket, sarung tangan, dan sepatu tetap wajib dikenakan, meskipun jarak tempuh dekat atau waktu terasa sangat mepet.
Melalui kampanye #Cari_Aman, Asmo Sulsel berharap, pengendara semakin memahami bahwa keselamatan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengendalikan kendaraan, tetapi juga oleh sikap, emosi, dan kesadaran dalam berlalu lintas.












