MAKASSAR, INKAM – Empat guru besar Universitas Hasanuddin (Unhas) menyampaikan Pidato Penerimaan, di hadapan Rapat Paripurna Senat Akademik terbatas, sebelum resmi dikukuhkan sebagai anggota Dewan Guru Besar, Selasa (20/1/2026).
Pidato tersebut merefleksikan kontribusi pemikiran dan riset strategis dari berbagai bidang ilmu, mulai dari energi berkelanjutan, imunologi modern, pengobatan regeneratif penyakit hati, hingga nutrisi presisi bagi ibu hamil.
Dalam pidatonya yang berjudul “Pengelolaan Energi Listrik Rumah Tangga untuk Konsumsi Berkelanjutan di Indonesia”, Prof. Ir. Yusri Syam Akil, S.T., M.T., Ph.D., Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Energi Fakultas Teknik Unhas, menekankan pentingnya efisiensi konsumsi listrik rumah tangga, sebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim, dan upaya menghadapi kenaikan harga serta kelangkaan energi.
Prof. Yusri menjelaskan, pengelolaan konsumsi listrik di sektor perumahan menjadi tantangan tersendiri, karena dipengaruhi banyak faktor yang kompleks dan spesifik di setiap wilayah.
Oleh karena itu, dibutuhkan pengembangan model atau kerangka kerja, yang disesuaikan dengan karakteristik lingkungan dan pelanggan.
Hasil penelitiannya telah menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, untuk mendorong konsumsi listrik rumah tangga yang lebih efisien dan realistis dalam konteks Indonesia.
Sementara itu, Prof. dr. Uleng Bahrun, Sp.PK., SubSp.I.K.(K)., Ph.D., Guru Besar Bidang Imunologi Fakultas Kedokteran Unhas, memaparkan pidato bertajuk “Antibodi Monoklonal: Inovasi Dunia Kedokteran Berbasis Riset”.
Ia menjelaskan peran penting antibodi monoklonal dalam dunia medis modern, baik dalam bidang diagnostik maupun terapi.
Menurut Prof. Uleng, antibodi monoklonal, memungkinkan deteksi penyakit secara lebih dini dan akurat melalui berbagai metode uji laboratorium, seperti ELISA, imunohistokimia, dan rapid test.
Dalam praktik klinis, antibodi ini juga banyak dimanfaatkan sebagai terapi penyakit kanker, autoimun, dan infeksi, karena kemampuannya mengenali target spesifik secara selektif, sehingga meningkatkan efektivitas pengobatan dan meminimalkan kerusakan jaringan sehat.
Pada bidang biomedis, Prof. dr. Marhaen Hardjo, M.Biomed., Ph.D., Guru Besar Bidang Biokimia Gastro-Entero Hepatologi Fakultas Kedokteran Unhas, mengangkat tema “Translasional Biomedis Penyakit Hati: Integrasi Fitofarmaka dan Terapi Sel Punca Menuju Pengobatan Regeneratif Masa Depan”.
Ia menjelaskan, meski hati memiliki kemampuan regenerasi yang baik, pada kondisi cedera kronis proses tersebut sering kali tidak optimal.
Prof. Marhaen menekankan potensi besar fitofarmaka berbasis bahan alam Indonesia, sebagai hepatoprotektor yang bekerja menekan stres oksidatif, inflamasi, serta memperbaiki metabolisme hati.
Integrasi fitofarmaka dengan terapi sel punca, dinilai menawarkan pendekatan pengobatan yang lebih aman dan efektif, dengan efek sinergis yang menjanjikan sebagai platform terapi penyakit hati di masa depan.
Adapun Prof. Dr. dr. Deviana Soraya Riu, Sp.OG., Subsp.KFM., MHPE., Guru Besar Bidang Ilmu Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Unhas, memaparkan pidato berjudul “Nutrisi Presisi: Harapan Mencegah Keracunan Kehamilan dalam Upaya Menyelamatkan Ibu Hamil dan Generasi Masa Depan”.
Ia menyoroti preeklamsia sebagai masalah serius, yang hingga kini belum memiliki terapi definitif selain terminasi kehamilan.
Prof. Deviana menjelaskan, kegagalan remodelling pembuluh darah di rahim pada awal kehamilan menjadi akar masalah preeklamsia.
Kondisi ini menimbulkan dilema medis, khususnya pada kehamilan prematur, antara mempertahankan kehamilan demi pematangan janin atau menyelamatkan nyawa ibu.
Oleh karena itu, ia mendorong perubahan paradigma dari pengobatan ke arah pencegahan, melalui pendekatan nutrisi presisi yang berbasis bukti ilmiah.
Pidato penerimaan keempat guru besar tersebut, menegaskan peran strategis Universitas Hasanuddin, dalam mengembangkan riset multidisiplin yang berorientasi pada solusi nyata bagi tantangan energi, kesehatan, dan kualitas generasi masa depan.















