MAKASSAR, INKAM – Pengembangan ekosistem kemahasiswaan Universitas Bosowa, memasuki babak baru melalui kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), yang dilaksanakan pada Rabu (7/1/2025).
Pembangunan fasilitas ini berlokasi di area samping lapangan tenis Universitas Bosowa, dan menjadi simbol keseriusan institusi dalam mendukung pengembangan minat, bakat, serta kepemimpinan mahasiswa.
Kegiatan ini dihadiri Ketua Badan Pengurus Harian Yayasan Aksa Mahmud Asrul Hidayat, Sekretaris Yayasan Aksa Mahmud beserta jajaran yayasan, Wakil Rektor II dan Wakil Rektor III Universitas Bosowa, Direktur Kemahasiswaan, Direktur Bidang Keuangan, SDM, dan Organisasi, perwakilan LPPM, serta unsur pimpinan universitas lainnya.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini, menegaskan sinergi kuat antara yayasan dan universitas, dalam membangun lingkungan kampus yang progresif dan berorientasi pada mahasiswa.
Dalam sambutannya, Ketua BPH Yayasan Aksa Mahmud, Asrul Hidayat, menyampaikan harapannya, agar pembangunan Gedung UKM dapat berjalan dengan lancar dan memberi dampak nyata bagi aktivitas kemahasiswaan di Universitas Bosowa.
“Pembangunan ini merupakan bentuk komitmen yayasan, dalam mendukung mahasiswa Universitas Bosowa, agar memiliki ruang yang representatif untuk berproses, berkreasi, dan berprestasi. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, sehingga UKM Unibos semakin berkembang dan melahirkan kontribusi positif bagi kampus dan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, investasi pada sarana kemahasiswaan merupakan bagian penting dalam mencetak lulusan, yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara karakter dan kepemimpinan. Menurutnya, UKM adalah ruang strategis pembentukan soft skills, yang akan memperkuat daya saing lulusan Universitas Bosowa di masa depan.
Wakil Rektor III Universitas Bosowa, Prof. Dr. Seri Suriyani, S.E., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan, pembangunan Gedung UKM merupakan langkah konkret, dalam memperkuat pembinaan kemahasiswaan secara berkelanjutan.
“UKM adalah jantung aktivitas nonakademik mahasiswa. Dengan fasilitas yang lebih memadai, kami berharap mahasiswa semakin aktif, kreatif, dan berani berprestasi di tingkat regional, nasional, hingga internasional,” tuturnya.
Ia menambahkan, Universitas Bosowa terus mendorong integrasi antara prestasi akademik dan nonakademik, sebagai bagian dari strategi pengembangan mahasiswa yang utuh. Kehadiran Gedung UKM diharapkan menjadi pusat lahirnya ide, kolaborasi, serta prestasi mahasiswa lintas bidang.
Melalui peletakan batu pertama ini, Universitas Bosowa menegaskan komitmennya dalam membangun kampus yang ramah mahasiswa, adaptif terhadap kebutuhan generasi muda, serta konsisten menciptakan lingkungan pendidikan tinggi, yang mendukung pengembangan potensi secara menyeluruh.












