Info Kejadian Makassar

Pasar Modal hingga Bursa Karbon Menguat, Mahendra Siregar: Stabilitas Keuangan Tetap Terjaga

JAKARTA, INKAM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga, seiring kinerja positif pasar modal, keuangan derivatif, hingga bursa karbon sepanjang Desember 2025.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, mengatakan, capaian tersebut mencerminkan kepercayaan investor yang terus terjaga, di tengah dinamika perekonomian global yang masih penuh tantangan.

“Stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga dengan baik. Kinerja pasar keuangan domestik menunjukkan resiliensi yang kuat, didukung oleh kepercayaan investor serta penguatan pengawasan dan tata kelola,” ujar Mahendra, dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Desember 2025, Jumat (9/1/2026).

Di pasar modal, aktivitas investor tercatat solid. Sepanjang Desember 2025, investor asing membukukan net buy di pasar saham sebesar Rp2,01 triliun secara bulanan, meskipun secara tahunan masih tercatat net sell.

Sementara di pasar obligasi korporasi, investor nonresiden mencatatkan net sell sebesar Rp1,39 triliun.

Dari sisi industri pengelolaan investasi, nilai Asset Under Management (AUM) mencapai Rp1.033,81 triliun per akhir Desember 2025, tumbuh 3,08 persen secara bulanan dan 23,46 persen secara tahunan.

Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana juga meningkat menjadi Rp675,32 triliun, didorong oleh net subscription yang kuat.

Jumlah investor pasar modal domestik terus bertambah. Pada Desember 2025, tercatat penambahan sekitar 694 ribu investor baru. Secara tahunan, jumlah investor pasar modal meningkat 5,49 persen menjadi 20,36 juta investor.

Baca Juga  Industri Asuransi hingga Dana Pensiun Tetap Stabil, Mahendra Siregar: Ketahanan Sektor PPDP Terjaga

“Peningkatan partisipasi investor ini menunjukkan literasi dan inklusi keuangan yang terus membaik, sekaligus mencerminkan kepercayaan publik terhadap pasar keuangan nasional,” kata Mahendra.

Penghimpunan dana oleh korporasi di pasar modal juga mencatatkan capaian positif. Sepanjang 2025, total nilai Penawaran Umum mencapai Rp274,80 triliun, termasuk kontribusi dari 20 emiten baru.

Pada sektor Securities Crowdfunding (SCF), hingga Desember 2025 tercatat 978 penerbit dengan dana terhimpun sebesar Rp1,82 triliun.

Di pasar derivatif keuangan, volume transaksi selama Desember 2025 mencapai 61.613 lot, dengan total volume sepanjang tahun 2025 menembus 1,03 juta lot. Dari sisi frekuensi, transaksi tercatat mencapai 443.781 kali sepanjang tahun.

Sementara itu, kinerja Bursa Karbon Indonesia juga menunjukkan tren positif. Hingga 30 Desember 2025, tercatat 150 pengguna jasa terdaftar, dengan total volume transaksi mencapai 1,81 juta tCO2e dan akumulasi nilai transaksi sebesar Rp87 miliar.

OJK juga menegaskan komitmennya dalam penegakan ketentuan di sektor Pasar Modal, Derivatif Keuangan, dan Bursa Karbon.

Sepanjang Desember 2025, OJK menjatuhkan sanksi administratif berupa denda sebesar Rp52,81 miliar atas berbagai pelanggaran, serta sanksi peringatan tertulis kepada puluhan pelaku usaha jasa keuangan.

“Penegakan aturan ini kami lakukan, untuk memastikan integritas pasar tetap terjaga dan melindungi kepentingan investor,” tegas Mahendra.

Ke depan, OJK memastikan akan terus memperkuat pengawasan terintegrasi, meningkatkan perlindungan konsumen, serta mendorong pendalaman pasar keuangan agar dapat menopang pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Baca Juga  Danny Pomanto Resmi Teken Perjanjian Kerjasama PSEL Kota Makassar, Akhir Tahun Ground Breaking
WhatsApp Image 2026-05-11 at 15.37.05
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO