MAKASSAR, INKAM — Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar), menggelar Musyawarah Daerah (MUSDA) 2026, sebagai forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antar pengelola pusat perbelanjaan, sekaligus menetapkan arah kepemimpinan organisasi periode 2026–2029.
Kegiatan MUSDA berlangsung pada Kamis, 8 Januari 2025, bertempat di Saroja Ballroom, Wisma Kalla, Makassar, dan dihadiri oleh para pemangku kepentingan industri ritel dan pusat perbelanjaan di Sulawesi Selatan dan Barat.
MUSDA APPBI DPD Sulselbar 2026 dihadiri langsung Ketua DPP APPBI, Alphonzus Widjaja, serta Ketua DPD APPBI Sulselbar yang juga Chief Executive Officer KALLA Land & Property, Ricky Theodores.
Hadir pula Sales & Marketing General Manager KALLA Property, Rasmila Sari Suaib, bersama perwakilan manajemen berbagai pusat perbelanjaan, seperti Mal Ratu Indah, NIPAH PARK, Trans Studio Mall Makassar, Phinisi Point, Mal Panakkukang, Panakkukang Square Mall, Mall GTC Makassar, Makassar Town Square, hingga Maleo Town Square.
Turut hadir Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kota Makassar, Yulianti, S.E., yang menegaskan peran strategis pusat perbelanjaan, dalam mendukung sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
Dalam sambutannya, Ricky Theodores menyampaikan, MUSDA menjadi wadah penting untuk memperkuat kerja sama, kolaborasi, serta berbagi pengalaman dan pengetahuan antar pengelola pusat belanja.
Menurutnya, forum ini juga menjadi momentum menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan.
“APPBI Sulselbar telah melalui tiga periode kepengurusan, dan terus berkembang sebagai wadah kolaborasi antar pengelola pusat perbelanjaan. Ke depan, tantangan bukan hanya soal fisik bangunan, tetapi bagaimana meningkatkan customer journey dan customer experience,” ujar Ricky.
Sementara itu, Alphonzus Widjaja menegaskan, MUSDA memiliki peran strategis dalam menjaga soliditas organisasi, sekaligus memastikan keberlanjutan dan kemajuan industri pusat perbelanjaan, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan dan Barat.
Ia menambahkan, pusat perbelanjaan kini merupakan fasilitas publik yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang perdagangan, tetapi juga memiliki peran penting dalam aspek budaya, edukasi, hingga kesehatan, serta berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Data menunjukkan, konsumsi masyarakat menjadi kontributor terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, dengan sektor ritel dan pusat perbelanjaan menyumbang sekitar 57 persen.
Karena itu, APPBI bersama pemerintah terus mendorong berbagai program nasional seperti Indonesia Shopping Festival, Indonesia Great Sale, dan Bina Diskon untuk menggerakkan konsumsi masyarakat.
Sulawesi sendiri dinilai sebagai wilayah strategis, dengan pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas rata-rata nasional. Tingkat okupansi pusat perbelanjaan di kawasan ini bahkan hampir mencapai 100 persen, disertai tingginya minat retailer nasional untuk masuk dan berkembang.
MUSDA APPBI DPD Sulselbar 2026 ditutup dengan agenda pemilihan ketua. Dalam forum tersebut, Ricky Theodores kembali terpilih sebagai Ketua DPD APPBI Sulselbar periode 2026–2029, didampingi Michael Rambi, General Manager Trans Studio Mall Makassar, sebagai Wakil Ketua.
Proses pelantikan dilakukan secara resmi oleh Ketua DPP APPBI, Alphonzus Widjaja, sebagai simbol keberlanjutan kepemimpinan dan komitmen bersama, dalam memajukan industri pusat perbelanjaan di Sulawesi Selatan dan Barat.
Melalui MUSDA ini, APPBI DPD Sulselbar diharapkan terus menjadi wadah kolaborasi strategis, antar pengelola pusat perbelanjaan dan pemangku kepentingan, serta berkontribusi aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kualitas industri ritel di kawasan Sulawesi.












