Info Kejadian Makassar

Nikah Sederhana vs Gengsi Keluarga, Film Uang Passolo Tayang Mulai 8 Januari 2026

MAKASSAR, INKAM — Film karya anak Makassar berjudul Uang Passolo, resmi diperkenalkan kepada publik melalui agenda Gala Premiere, yang digelar di Bioskop XXI Panakkukang, Makassar, Senin (5/1/2026).

Film karya anak Makassar ini dijadwalkan tayang serentak, di jaringan bioskop nasional mulai 8 Januari 2026.

Gala premiere dirangkaikan dengan sesi ramah tamah, serta nonton bareng bersama para undangan. Acara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, jajaran Pemerintah Kota Makassar, insan perfilman, para pemain, kru produksi, selebgram dan TikTokers Makassar, serta tamu undangan lainnya. Pengusaha skincare asal Makassar, Fenny Frans, juga tampak hadir.

Film Uang Passolo digarap oleh sutradara Andi Burhamzah, yang juga bertindak sebagai produser bersama Adhy Basto.

Sejumlah aktor turut membintangi film ini, di antaranya Jade Thamrin, Tumming, Abu, Imran Ismail, Adhy Basto, dan Mashita Asapa, serta aktor nasional Godfred Orindeod yang dikenal lewat film Kaka Boss.

Usai pemutaran perdana, Adhy Basto menyampaikan, Uang Passolo menjadi debutnya sebagai produser film layar lebar. Ia terlibat sejak tahap pengembangan ide cerita hingga proses produksi, yang kini siap dinikmati masyarakat luas melalui layar bioskop.

Seluruh proses pengambilan gambar film ini dipusatkan di Desa Parintunan, Kabupaten Pangkep. Lokasi tersebut dipilih, karena dinilai mampu merepresentasikan karakter cerita, serta memperkuat nuansa lokal yang menjadi roh utama film.

Baca Juga  Telkomsel Perkenalkan Dashboard Analisa Wisatawan untuk Dukung Pariwisata Indonesia

Secara tematik, Uang Passolo mengangkat realitas sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya persoalan ekonomi, gengsi sosial, serta nilai budaya dalam pernikahan. Cerita diramu dari fenomena keseharian, yang kerap terjadi di tengah masyarakat Sulawesi Selatan.

Film ini dipastikan tayang melalui jaringan bioskop nasional, termasuk XXI dan CGV, serta di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan, seperti Makassar, Sengkang, dan Palopo. Proses produksi sendiri berlangsung selama sekitar 26 hari, dengan seluruh syuting dilakukan di Kabupaten Pangkep.

Pemeran utama pria, Imran Ismail, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses produksi film.

Ia berharap, Uang Passolo dapat menjadi pemantik lahirnya lebih banyak film lokal yang mengangkat budaya daerah, dan mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

Sementara itu, Mashita Asapa menyebut keterlibatannya dalam film ini, sebagai pengalaman pertamanya bermain di film layar lebar.

Ia menilai, Uang Passolo memberikan banyak pelajaran, pengalaman baru, serta ikatan kekeluargaan yang kuat selama proses produksi.

Aktor nasional Godfred Orindeod juga menegaskan pentingnya peran seluruh elemen dalam sebuah film, termasuk pemeran pendukung dan figuran. Menurutnya, kekuatan cerita lahir dari kontribusi semua pihak yang terlibat di balik layar.

Uang Passolo berkisah tentang Biba, seorang guru dengan keterbatasan ekonomi, dan Rizky, videografer pernikahan yang tengah terpuruk.

Keduanya memimpikan pernikahan sederhana, namun harus menghadapi tuntutan keluarga yang mengedepankan gengsi sosial dan besarnya uang passolo.

Baca Juga  Nobar Film Architectur of Love, Nicholas Saputra dan Putri Marino Sapa Penggemarnya di Makassar

Di tengah tekanan tersebut, keduanya berjuang mencari jalan, agar tetap menghormati keluarga tanpa mengorbankan cinta dan pilihan hidup mereka.

WhatsApp Image 2026-04-09 at 09.33.21
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO