BARRU, INKAM – Upaya pemberdayaan ekonomi lokal kembali ditunjukkan mahasiswa STIE Ciputra Makassar, melalui kegiatan pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Belakang Rumah Nenek di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini difokuskan pada penguatan strategi komunikasi dan pemasaran digital, guna meningkatkan daya saing produk UMKM lokal.
Pendampingan dilakukan melalui kunjungan langsung ke lokasi usaha, yang beralamat di Jalan Tuwung, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.
UMKM Belakang Rumah Nenek diketahui merupakan usaha rumahan milik Ibu Dinar, yang tengah berkembang dan berupaya memperluas jangkauan pasar, melalui pemanfaatan media digital.
Dalam kunjungan tersebut, tim mahasiswa melakukan serangkaian kegiatan mulai dari wawancara mendalam, pengumpulan data alur usaha, pencatatan omzet, analisis sumber bahan baku, hingga pemetaan strategi pemasaran yang selama ini dijalankan.
Seluruh kegiatan berlangsung dalam suasana santai namun terstruktur, dengan diskusi terbuka antara pemilik usaha dan tim pendamping.
Kegiatan pendampingan ini turut didampingi langsung dosen pembimbing, Novika Ayu Triany, S.I.Kom., M.I.Kom., yang memberikan arahan, terkait strategi komunikasi pemasaran yang efektif dan berkelanjutan bagi UMKM.
Ibu Dinar mengungkapkan, usaha Belakang Rumah Nenek berawal dari dorongan keluarga, serta melihat peluang pasar yang menjanjikan.
Ia menilai pendampingan ini sangat bermanfaat, tidak hanya dalam memperkenalkan produknya ke pasar yang lebih luas, tetapi juga menambah pemahaman tentang pentingnya promosi digital yang konsisten.
“Kunjungan ini sangat berarti bagi saya. Selain membantu memperkenalkan usaha ke ruang yang lebih luas, saya juga belajar banyak hal baru, terutama terkait cara promosi yang lebih efektif,” ujar Ibu Dinar.
Selain pengumpulan data tertulis, tim mahasiswa juga melakukan dokumentasi visual berupa pengambilan foto dan video promosi.
Konten digital tersebut diharapkan, dapat memperkuat daya tarik pemasaran UMKM melalui media sosial dan platform digital lainnya.
Proses dokumentasi menampilkan aktivitas produksi, serta kondisi lingkungan usaha secara langsung.
Ketua tim pelaksana, Vinnie Aurelie Heng, menilai, UMKM Belakang Rumah Nenek memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh, apabila didukung publikasi digital yang konsisten.
Menurutnya, karakter usaha yang autentik menjadi nilai jual utama, yang dapat diperkuat melalui strategi komunikasi yang tepat.
“Usaha ini memiliki karakter yang kuat dan autentik. Dengan pemanfaatan media digital dan strategi komunikasi yang sesuai, Belakang Rumah Nenek berpotensi menjangkau konsumen yang lebih luas, bahkan hingga ke luar daerah,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa STIE Ciputra Makassar tidak hanya berperan sebagai pengamat, tetapi juga sebagai mitra strategis UMKM, dalam meningkatkan kualitas branding dan pemasaran produk.
Kegiatan diakhiri dengan makan siang bersama, sebagai simbol kedekatan dan kolaborasi antara pelaku usaha dan tim pendamping.
Program pendampingan ini menjadi wujud komitmen STIE Ciputra Makassar, dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM.
Ke depan, pendampingan berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM lokal, agar lebih adaptif menghadapi tantangan ekonomi digital.















