MAKASSAR, INKAM — Upaya meningkatkan daya saing pelaku usaha kuliner di era digital terus didorong berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi.
Enam mahasiswa melakukan program pengabdian masyarakat, bertajuk “Strategi Digital Marketing Melalui Media Sosial untuk Pemasaran UMKM Blue Waves Burger Kota Makassar”, sebagai langkah konkret membantu UMKM beradaptasi terhadap perkembangan teknologi pemasaran modern.
Program ini dilaksanakan langsung di Blue Waves Burger, usaha kuliner yang berlokasi di Jalan Bulu Dua No. 20, Lariang Bangi, Kecamatan Makassar.
Kegiatan dipimpin Andreas Hartanto Tjandra sebagai ketua tim, dengan pendampingan dosen Novika Ayu Triany, S.I.Kom., M.I.Kom. Kehadiran mahasiswa disambut positif, mengingat semakin pentingnya eksistensi digital bagi UMKM.
Fokus utama kegiatan adalah pendampingan intensif dalam pembuatan konten kreatif, untuk TikTok dan Instagram.
Para mahasiswa tidak hanya memberikan pemahaman teori, tetapi juga praktik langsung mulai dari teknik pengambilan gambar, penulisan caption atau copywriting, hingga analisis algoritma yang menentukan jangkauan konten di media sosial.
Pendekatan ini dilakukan, karena platform visual kini menjadi pusat perhatian masyarakat urban, termasuk pecinta kuliner di Makassar.
Ketua tim, Andreas Hartanto Tjandra, menyebut, Blue Waves Burger memiliki potensi besar namun belum mendapat eksposur optimal di media sosial.
“Strategi kami fokus pada pembuatan video pendek yang dinamis, serta foto produk yang mampu menggugah selera. Dengan begitu, konten bisa lebih mudah terdistribusi melalui algoritma media sosial ke audiens di sekitar Makassar,” ujarnya.
Sementara itu, pemilik Blue Waves Burger, Agung Sanjaya, mengapresiasi bantuan teknis yang diberikan mahasiswa.
Ia mengakui, pengelolaan media sosial sebelumnya belum berjalan maksimal. “Kehadiran mahasiswa memberi perspektif baru dalam pengelolaan aset digital usaha kami. Semoga ini bisa memperluas jangkauan pasar,” ungkapnya.
Kolaborasi dunia pendidikan dan pelaku UMKM ini, diharapkan menjadi model implementatif dalam meningkatkan kapasitas usaha lokal.
Di tengah persaingan bisnis kuliner yang semakin kompetitif, penguatan strategi digital marketing diyakini menjadi kunci bertahan dan berkembangnya UMKM di Makassar.












