MAKASSAR, INKAM – Mahasiswa Universitas Ciputra (UC) Makassar menggelar Expo Culinary, yang berlangsung selama tiga hari, yakni 5, 6, dan 8 Desember 2025, di kampus UC Makassar.
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi mata kuliah Business Management bagi mahasiswa semester awal, sekaligus wadah kolaborasi lintas jurusan.
Pada hari pertama, expo diikuti sembilan prinsipal sponsor bersama pelaku UMKM kuliner. Para peserta dapat berinteraksi langsung dengan distributor bahan baku seperti Selandia, PT Dolphin, dan lain lain.
Konsep ini berbeda dari festival kuliner pada umumnya, karena menonjolkan peran distributor sebagai mitra utama UMKM dalam penyediaan bahan produksi.
“Jadi konsepnya bukan sekadar food festival. Kita ingin memperkenalkan prinsipal, sebagai sumber bahan baku langsung untuk UMKM,” ujar Delsy, mahasiswa Communication Business Management.
Ia menambahkan, melalui expo ini pelaku usaha tidak lagi bergantung pada toko ritel, tetapi bisa membeli bahan langsung dari distributornya.
Hari kedua diisi perlombaan terbuka seperti baking challenge dan cooking competition yang diikuti mahasiswa, komunitas UMKM, hingga sekolah-sekolah di Makassar, termasuk SMA Kartika, SMA Negeri 5, SMA Katolik Rajawali, SMA Sion, Golden Gate School, serta peserta dari Unhas.
Baking diikuti 11 tim, sementara cooking diikuti 9 tim. Selain lomba, peserta mengikuti workshop bersama chef dari Selandia dengan metode praktek langsung.
“Workshop ini bentuk demo kuliner tapi versi hands-on. Chef turun langsung dan peserta praktek,” jelas Aurelia, mahasiswa International Business Management.
Sementara itu, pada 8 Desember, digelar sesi fine dining khusus tamu undangan, sebagai bagian dari penilaian akademik. “Ini bagian dari penilaian kuliah kami di Culinary Business Management,” ujar Katy, mahasiswa Culinary Business Management.
Kegiatan melibatkan mahasiswa lintas program studi seperti Culinary Business Management, International Business Management, Digital Business Management, Communication Business Management, Teknologi Informatika, hingga Desain Komunikasi Visual.
Masing-masing tim lebih dulu mempresentasikan konsep kegiatan kepada dosen, sebagai klien sebelum pelaksanaan.
Salah satu peserta lomba, Chelcie, siswa SMA Sion Makassar, mengaku antusias mengikuti kompetisi baking dan berhasil menjadi salah satu pemenang.
“Seru, deg-degan, dan fun. Saya memang hobi memasak. Banyak pelajaran yang saya dapat, termasuk cara mengolah bahan supaya lebih enak dan mengatur tingkat kematangannya,” ungkapnya. Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar kembali tahun mendatang.















