MAKASSAR, INKAM – Persatuan Golf Indonesia (PGI) Sulawesi Selatan (Sulsel), siap menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov), pada 29 November 2025 di Kota Makassar.
Agenda empat tahunan ini mengusung tema “Membangun Kepemimpinan dan Sinergi Menuju Golf Sulsel yang Maju dan Profesional”, menandai komitmen organisasi, untuk memperkuat tata kelola dan pembinaan olahraga golf di daerah.
Ketua Panitia Musprov PGI Sulsel, Herman Agus, mengungkapkan, masa kepengurusan PGI berlangsung empat tahun, dan Musprov tahun ini kembali dipusatkan di Makassar.
Ia menjelaskan, Musprov akan dihadiri delapan klub anggota PGI Sulsel, seperti Padivalley, Baddoka, Sorowako, dan Tonasa, serta 15 calon klub anggota baru yang sedang melengkapi administrasi.
Herman menambahkan, pendaftaran bakal calon ketua PGI Sulsel sudah dijadwalkan, dan akan ditutup menjelang pelaksanaan Musprov.
Ia turut memberi apresiasi terhadap kepemimpinan Yunan Yunus Kadir, yang telah menjabat selama dua periode.
“Kepengurusan Pak Yunan luar biasa. Selama dua periode, beliau mampu membawa program pelatihan hingga ke Australia. Kami melakukan pendampingan secara bergantian,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Steering Committee (SC) Musprov, Sudarman, menegaskan, agenda utama meliputi penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus, serta pemilihan ketua baru.
Ia menjelaskan syarat pencalonan ketua cukup ketat. “Syarat umum tentu WNI dan ketentuan dasar lainnya. Syarat khususnya, calon harus memiliki pengalaman organisasi di PGI, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Intinya harus pernah menjadi pengurus,” jelasnya.
Selain memiliki pengalaman, calon ketua juga wajib mengantongi minimal dua dukungan klub anggota. Pendaftaran dibuka 18–27 November, penetapan calon dilakukan pada 28 November, dan Musprov resmi digelar 29 November.
Dari PGI Pusat, hadir Koordinator Wilayah Indonesia Timur, Ringgo Boy, yang memastikan seluruh proses Musprov berjalan sesuai AD/ART.
Ia menegaskan, ketua PGI hanya dapat menjabat maksimal dua periode, meski terdapat ketentuan khusus, yang memungkinkan perpanjangan masa jabatan dalam kondisi tertentu.
“Agenda pertama adalah laporan pertanggungjawaban, kemudian pemilihan ketua,” ujar Ringgo.















