MAKASSAR, INKAM – Kalla Institute resmi membuka pendaftaran mahasiswa baru, untuk Tahun Akademik 2026.
Perguruan tinggi di bawah naungan Kalla Education ini, menargetkan hanya 100 mahasiswa baru yang akan diterima, sebagai upaya menjaga kualitas dan fokus pada pembinaan kompetensi unggul, sesuai kebutuhan dunia kerja.
Pendaftaran dibuka mulai Kamis (13/11/2025) hingga awal September 2026. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Rektor Kalla Institute, Syamril, dalam konferensi pers di Auditorium Hadji Kalla, Lantai 6 Nipah Park, Makassar.
Dalam kesempatan itu, Syamril turut didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Anhar Januar Malik, serta Penanggung Jawab Subbimaksi, Fitriani.
Ia menegaskan, penerimaan yang dibatasi hanya 100 mahasiswa, merupakan strategi untuk menjaga kualitas lulusan. “Target kami 100 mahasiswa baru per tahun. Itu sudah cukup,” tegasnya.
Kalla Institute saat ini memiliki empat program studi, yaitu Kewirausahaan, Bisnis Digital, Sistem Informasi dan Teknologi, serta Manajemen Retail.
Keempat prodi tersebut, dirancang untuk menjawab kebutuhan industri modern yang terus berkembang, terutama di sektor digital dan bisnis kreatif.
Syamril menjelaskan, Kalla Institute berdiri enam tahun lalu, sebagai respons terhadap tingginya jumlah lulusan perguruan tinggi yang tidak terserap maksimal di dunia kerja.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lulusan perguruan tinggi terserap di lapangan kerja formal, bahkan tidak mencapai 20 persen.
Kondisi tersebut, kata Syamril, menimbulkan potensi pengangguran baru dan persaingan kerja yang makin ketat. “Kami melihat kondisi ini dengan rasa gelisah. Harus ada yang bisa dilakukan untuk memperbaiki daya saing lulusan,” ujarnya.
Untuk itu, Kalla Institute berkomitmen menyiapkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha.
Syamril menyebut, kampusnya mendorong mahasiswa menjadi wirausaha muda yang inovatif. “Pak Jusuf Kalla pernah bilang, jangan hanya Kalla Group yang besar, tapi harus lahir grup-grup baru,” tutupnya.












