MAKASSAR, INKAM – Tiga calon Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026–2030 yang lolos ke tahap akhir, menyampaikan komitmen dan gagasan mereka, untuk membawa Unhas menjadi universitas unggulan di kawasan timur Indonesia.
Petahana rektor, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc, menyampaikan rasa syukur, atas kepercayaan yang diberikan oleh mayoritas anggota senat.
Ia menilai dukungan tersebut merupakan bentuk aspirasi, yang akan diperhatikan oleh Majelis Wali Amanat dalam penentuan akhir.
“Senator rupanya telah menentukan sikap, untuk tetap meminta saya melanjutkan. Tapi ini bukan akhir dari proses, karena ini baru penjaringan. Majelis Wali Amanat tentu akan memperhatikan ini sebagai aspirasi keluarga besar Unhas,” kata Jamaluddin.
Ia mengapresiasi peran media yang selama ini menjaga citra positif Unhas. “Terima kasih kepada media, yang telah membantu Unhas menjadi universitas dengan reputasi baik. Mari kawal proses ini tanpa hoaks agar suasana tetap damai,” pesannya.
Sementara itu, Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp.M(K)., M.MedEd menyatakan kesiapannya mengikuti tahapan berikutnya, dengan penuh tanggung jawab.
Ia menegaskan, pemilihan ini adalah mekanisme akademik yang wajar, bukan pengulangan dari empat tahun lalu.
“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa masuk tiga besar. Ini proses biasa saja, dan semua kita serahkan kepada mekanisme. Menteri pasti punya prosedur, dan saya siap mengikuti semuanya,” ujarnya.
Sedangkan Prof. Dr. Sukardi Weda, S.S., M.Hum., M.Pd., M.Si., M.M., M.Sos.I., M.A. menyoroti pentingnya kualitas akademik dan kesejahteraan sivitas, sebagai dua pilar utama pengembangan kampus. Ia juga membawa gagasan konkret untuk mengurai kemacetan di sekitar Unhas.
“Saya ingin ada jalan layang dari Bundaran Unhas ke arah kota, untuk mengatasi kemacetan di pintu satu dan dua. Itu solusi rasional karena Unhas adalah milik publik,” ungkap Sukardi.
Sukardi, yang berasal dari Universitas Negeri Makassar (UNM), berharap pemilih bersikap rasional dan menilai calon berdasarkan program, bukan popularitas.
“Saya tidak pernah kampanye pribadi. Saya hanya menawarkan gagasan yang logis dan bermanfaat bagi Unhas,” tambahnya.
Ketiga calon rektor ini akan kembali diuji dalam rapat Majelis Wali Amanat (MWA), untuk menentukan siapa yang akan memimpin Unhas lima tahun ke depan.















