PANGKEP, INKAM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat kolaborasi dengan sektor perbankan, untuk mendukung pembiayaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talaka.
Salah satu mitra utama adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI), yang berkomitmen menyalurkan kredit investasi bagi penyelenggara program.
Regional CEO BRI, Argo Prabowo, menyampaikan dukungan nyata BRI, berupa pembiayaan pembangunan dapur dan pengadaan peralatan sesuai standar.
Pembayaran dilakukan melalui sistem pemerintah yang transparan, dengan skema pemotongan otomatis untuk angsuran.
“Melayani tiga ribu anak setiap hari tidak sederhana. Karena itu kami siapkan pembiayaan sekaligus pelatihan tiga bulan bagi pengelola dapur, agar memahami manajemen dan akuntansi operasional,” jelas Argo.
Selain itu, BRI juga tengah mengembangkan sistem digitalisasi administrasi, agar proses pencairan dana berjalan lebih cepat.
Dari sekitar 140 yayasan mitra program, enam di antaranya sudah aktif menerima pembiayaan, termasuk di Sinjai, Pinrang, dan Bulukumba.
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, menilai dukungan BRI, merupakan bentuk konkret sinergi antara sektor jasa keuangan dan program pemerintah.
“Dengan dukungan pembiayaan, program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan berkelanjutan sekaligus memperluas inklusi keuangan masyarakat,” katanya.
Kolaborasi OJK dan BRI ini, diharapkan memperkuat ekosistem gizi dan ekonomi rakyat, sekaligus menjadi contoh, bagaimana sektor keuangan berperan aktif mendukung program sosial berskala nasional.












