MAKASSAR, INKAM — Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, memberi sinyal kuat, pemilihan Ketua Golkar Sulsel dalam Musyawarah Daerah (Musda) mendatang, akan diarahkan melalui jalan musyawarah mufakat.
“Yang pasti seluruh kandidat nanti akan dicermati dan DPP akan ajak bicara. Mekanisme kami memang ada kompetisi, tapi juga ada semangat musyawarah mufakat,” ujar Melki di Hotel Claro Makassar, Jumat jelang dini hari (17/10/2025).
Melki menegaskan, Golkar Sulsel harus kembali menata kekompakan, setelah kehilangan kursi ketua DPRD pada Pemilu 2024.
Menurutnya, kekalahan itu bukan hanya karena kekuatan lawan, tetapi juga akibat kurangnya soliditas internal partai.
“Kalau Sulsel ini diurus dengan baik dan solid, mestinya Golkar mayoritas di sini. Karena tidak solid, makanya kalah. Ke depan, kami ingin bangun soliditas yang bagus di Sulsel,” tambah mantan anggota DPR RI itu.
Dalam forum Musda nanti, DPP Golkar berencana mengajak calon ketua untuk berdialog lebih dulu. Nama-nama seperti Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS), mantan Bupati Gowa Adnan Purichta, hingga Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, disebut akan dikonsultasikan terlebih dahulu, sebelum forum resmi Musda digelar.
“DPP dan para calon akan berdiskusi dulu, baru kemudian Musda dilaksanakan. Harapannya bisa lahir mufakat,” ungkap Melki.
Ia menargetkan, seluruh Musda di wilayah Indonesia Timur rampung pada Oktober hingga paling lambat November 2025, sebagai persiapan menghadapi Pileg dan Pilpres 2029.
Melki yang juga Gubernur NTT itu menyebut, Sulsel tetap menjadi daerah strategis, yang ditargetkan menjadi lumbung suara Golkar di masa mendatang.
“Sulsel ini episentrum politik di kawasan timur Indonesia. Kami percaya, dengan soliditas, Golkar bisa kembali jadi mayoritas,” tegasnya.
Di sela agenda transitnya di Makassar, Melki juga bertemu sejumlah tokoh masyarakat NTT, serta sempat berdiskusi santai dengan IAS bersama istrinya, Aliyah Mustika Ilham.
Ia menilai IAS sebagai figur politik berpengalaman, dengan karakter merangkul dan basis kuat di Sulsel.
“Pak Aco (IAS) bukan hanya tokoh Golkar, tapi juga tokoh Sulsel dengan reputasi yang sudah dikenal. Orangnya energik, merangkul, dan punya akar kuat baik di Sulsel maupun tingkat nasional,” puji Melki.















