PANGKEP, INKAM – Mahasiswa Program Studi Pengelolaan Perhotelan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar, kembali menunjukkan kontribusinya bagi masyarakat.
Melalui kegiatan Aplikasi Manajemen (APM) dalam bentuk Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), mahasiswa semester VII menerapkan ilmu yang mereka pelajari, untuk memperkuat kapasitas pelaku pariwisata di Desa Wisata Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
Dengan mengusung tema “Penguatan Kapasitas Pelaku Pariwisata melalui Pengelolaan Akomodasi dan Inovasi Kuliner”, kegiatan ini melibatkan UMKM lokal, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Kelompok Pengelola Ekowisata (KPE Dentong), Pemerintah Desa Tompobulu, serta perwakilan Badan Pengelola Maros Pangkep UNESCO Global Geopark.
Sekretaris Desa Tompobulu, Mursalim, S.Pd., menegaskan potensi besar yang dimiliki desanya.
Dengan panorama pegunungan di kaki Gunung Bulusaraung, Tompobulu menawarkan air terjun, gua vertikal dan horizontal, susur sungai, hingga kuliner khas seperti gula aren, madu hutan, lemang, so’ri bulo, beppa letto’, dan kue kambing.
“Selain keindahan alam dan kuliner khas, kami juga memiliki fasilitas penunjang wisata seperti homestay, balai pertemuan, tempat makan, musala, hingga kamar mandi umum. Desa kami bahkan masuk dalam 75 Desa Wisata Terbaik ADWI 2023,” ungkap Mursalim.
Acara ini dibuka oleh Kepala Bagian AAKU Poltekpar Makassar, Buntu Marannu Eppang, A.Md., SS., Modt., Ph.D., CHE.
Ia menekankan pentingnya mahasiswa, untuk menerapkan ilmu secara langsung di masyarakat. “Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga ikut membangun masyarakat dan mendukung pengembangan potensi daerah wisata,” ujarnya.
Menariknya, mahasiswa yang terlibat sebagian berasal dari Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang merupakan profesional industri pariwisata, seperti general manager hotel, ASN dinas pariwisata, barista, hingga praktisi pastry.
Dukungan juga datang dari Megawati Putri Rajab, anggota Bidang Pemberdayaan Masyarakat Badan Pengelola Maros Pangkep UNESCO Global Geopark.
Ia menyebut, kegiatan ini sejalan dengan misi geopark dalam menjaga warisan geologi, sekaligus mendorong pengembangan sosial-ekonomi masyarakat.
“Pemberdayaan masyarakat adalah indikator penting, dalam revalidasi status UNESCO Global Geopark. Kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan, untuk menjaga keberlanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan lokal,” jelasnya.
Selain materi pengelolaan destinasi wisata dan homestay, peserta juga mengikuti pelatihan kuliner. Tri Elfa Damayanti, Pastry Chef Hotel Aston Makassar, memperkenalkan inovasi Mini Brownies Cheese Melt, sementara A. Rezkitni Aulia, barista profesional dari Kaffeine Makassar, mendemonstrasikan pembuatan Cold White Coffee.
Pelatihan ini mendapat sambutan antusias, dengan peserta terlibat langsung dalam praktik pembuatan dan diskusi interaktif bersama narasumber.
Kegiatan PKM ini menegaskan komitmen Poltekpar Makassar, dalam membangun sinergi dengan masyarakat, melalui penguatan kapasitas pengelolaan akomodasi dan kuliner khas.
Dengan dukungan berbagai pihak, Desa Wisata Tompobulu diharapkan dapat berkembang sebagai destinasi unggulan yang berkelanjutan, berbasis kearifan lokal, dan berdaya saing global.















