TAKALAR, INKAM – Desa Punaga yang berlokasi di Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, adalah salah satu wilayah yang sebagian besar masyarakatnya bergantung pada hasil laut. Nelayan dan petani rumput laut merupakam mata pencaharian yang populer di desa itu.
Tak jarang para petani mengalami kegagalan saat membudidayakan rumput laut yang berujung rugi. Hal ini rupanya sudah berlangsung lama bahkan sejak dua tahun terakhir bibit yang dihasilkan sering kali rusak.
Liana, salah satu petani rumput laut asal Desa Punaga yang kerap kali mengalami kegagalan saat melakukan budidaya rumput laut.
Pasalnya, rumput laut idealnya dipanen saat memasuki hari ke 40. Namun di hari ke 10 hingga 20 rumput laut sering kali rusak yang ditandai dengan munculnya bercak putih pada thallus, karena terinfeksi bakteri sehingga tidak dapat dipanen.
Hal serupa juga di ungkapkan oleh Salma yang juga berprofesi sebagai petani rumput laut. Ia mengeluhkan kualitas rumput laut yang tidak bagus dan banyaknya petani yang mengalami gagal panen.
Bahkan beberapa diantaranya harus beralih pekerjaan sebagai nelayan, untuk menyambung hidup.
Ia berharap, dengan hadirnya Program Diseminasi Pengembangan Rumah Bibit Rumput Laut yang dilakukan oleh Fakultas Ilmub Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin, bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Selatan ini, dapat berkelanjutan sehingga bisa memperbaiki mata pencaharian masyarakat.
“Dengan adanya program ini kami merasa tertolong, apa lagi ketika kami sudah bisa memperoleh bibit rumput laut dengan kualitas yang bagus,” ucap Salma, Sabtu (27/9/2025).
Di samping itu, Kepala Desa Punaga, Syarifuddin, berterima kasih atas program yang dilaksanakan oleh FIKP Unhas dan DKP Provinsi Sulsel, karena selama ini masyarakat kurang tepat dalam memilih bibit sehingga hasil panennya juga kurang maksimal.
“Masyarakat saat mengambil bibit tidak memperhatikan kualitas rumput laut yang cocok untuk dijadikan bibit, asal pilih saja lalu dikasi turun ke laut untuk dibudidaya. Padahal seharusnya kita cari bibit yang unggul. Itulah kendala utama masyarakat setempat,” tutur Syarifuddin, Sabtu (27/9/2025).
Tentunya dengan program seperti ini, ditambah masyarakat telah menerima sosialisasi terkait bibit rumput laut yang baik, diharapkan bisa lebih berhati-hati saat memilih bibit rumput laut untuk dibudidayakan.
Syarifuddin berharap, agar masyarakat betul-betul bisa memanfaatkan program Rumah Bibit Rumput Laut ini, sehingga tidak lagi terulang kejadian gagal panen seperti tahun sebelumnya.
“Besar harapan kami melalui program ini, agar masyarakat tahu lebih banyak mengenai pemilihan bibit yang tepat,” jelas Kepala Desa Punaga itu.















