MAKASSAR, INKAM – Salah satu komponen terpenting dalam sepeda motor adalah sistem pengereman. Rem berfungsi mengatur kecepatan sekaligus menghentikan laju kendaraan.
Namun, banyak kasus kecelakaan terjadi bukan karena rem tidak berfungsi, melainkan karena teknik pengereman yang tidak tepat dari pengendara.
Menurut pakar keselamatan berkendara, pengereman yang benar wajib dipahami oleh setiap pengendara motor.
Saat ujian SIM, teknik ini biasanya diajarkan, tetapi dalam praktiknya, masih banyak pengendara yang abai.
Padahal, penguasaan teknik pengereman yang benar sangat krusial, demi keselamatan diri dan orang lain di jalan raya.
Beberapa tips dasar pengereman yang benar antara lain menggunakan rem depan dan belakang secara bersamaan.
Rem depan menahan beban terbesar dalam menghentikan kendaraan, sementara rem belakang menjaga stabilitas motor. Jika hanya mengandalkan satu rem, risiko selip meningkat, terutama di jalan licin.
Selain itu, pengendara diimbau tidak melakukan pengereman mendadak. Menarik tuas rem secara kasar dapat menyebabkan motor kehilangan kendali.
Sebaiknya, lakukan pengereman bertahap dan halus. Pengendara juga perlu menjaga jarak aman dengan kendaraan lain, minimal tiga detik, agar ada waktu reaksi ketika harus mengerem mendadak.
Safety Riding Supervisor Astra Motor Sulsel, Habib Permadi, menegaskan, keterampilan pengereman adalah bagian dari disiplin berkendara.
“Banyak kecelakaan bisa dihindari jika pengendara memahami teknik pengereman dengan benar. Kami mengimbau pengguna motor Honda untuk terus melatih keterampilan ini,” katanya.
Dengan mempraktikkan teknik pengereman yang benar, risiko kecelakaan dapat ditekan. Keselamatan bukan hanya bergantung pada kondisi kendaraan, tetapi juga pada kesadaran pengendara, dalam menjaga keamanan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.















