MAKASSAR, INKAM – Tidak banyak yang mampu mengubah hobinya sejak kecil, menjadi profesi yang dicintai dan dijalani sepenuh hati.
Tapi bagi Ivana Kristin, apa yang bermula dari kesenangan menggambar dan bermain bongkar pasang rumah saat masih anak-anak, kini menjelma menjadi jalan hidupnya sebagai desainer grafis, dan pembuat konten sosial media profesional.
“Sejak kecil, saya memang suka menggambar. Entah itu gambar rumah, baju, atau bahkan bikin miniatur. Dulu suka banget main bongkar pasang, lalu saya desain lagi rumahnya. Rasanya seru aja ngerancang-rancang sesuatu,” kenang Ivana dengan mata berbinar.
Ketertarikan Ivana pada dunia visual tak pernah padam. Meski awalnya lebih suka mendesain bentuk-bentuk fisik seperti rumah atau pakaian, perlahan hobinya mengerucut pada dunia desain digital.
“Sekarang lebih fokus ke digital design, kayak bikin poster, flyer, brosur. Itu yang paling saya suka. Bahkan, hobi ini sekarang jadi pekerjaan saya,” ungkap perempuan yang kini berkarier sebagai Marketing Communication di Hyatt Place Makassar.
Perjalanan akademiknya juga tidak jauh-jauh dari dunia kreatif. Ivana merupakan alumni STIMIK Karisma Makassar, mengambil jurusan Komputer Grafis, karena saat itu belum tersedia jurusan Desain Grafis secara khusus di kota ini.
Dalam kesehariannya, Ivana kini banyak terlibat dalam pembuatan konten media sosial, terutama yang memiliki alur cerita dan visual menarik.
Ia mengaku terinspirasi dari berbagai sumber, mulai dari musik, film, hingga perjalanan-perjalanannya ke berbagai tempat.
“Kalau bikin konten, sekarang tuh bukan cuma soal gambar atau video aja. Tapi harus ada ceritanya. Harus dipikirkan konsepnya, alurnya, seperti membuat narasi visual,” jelasnya.
Walau sibuk bekerja, Ivana tak pernah jauh dari hobi lamanya. Di waktu luang, ia masih aktif mendesain untuk komunitas, gereja, atau membantu teman yang membutuhkan. Bahkan, tak jarang ia membuat proyek pribadi untuk memperkaya portofolionya.
Dalam berkarya, Ivana mengandalkan beragam alat desain, seperti Adobe Photoshop dan Illustrator. Namun, ia juga mengapresiasi kemudahan yang ditawarkan platform modern seperti Canva.
“Sekarang pakai Canva juga, apalagi kalau butuh cepat. Tapi tetap, mau pakai alat apa pun, tetap butuh kreativitas. Walaupun ada template, kita harus tahu mana yang enak dilihat, bagaimana komposisinya,” terangnya.
Menurutnya, dunia desain itu menyenangkan karena tidak terbatas.
“Satu hasil bisa dicapai dengan banyak cara. Kayak misalnya kita mau hapus background foto, itu ada banyak metode. Tinggal kita pilih mana yang paling cocok dan nyaman buat kita,” imbuhnya.
Tak hanya mendesain, Ivana juga gemar menjelajah. Ia sudah pernah mengunjungi berbagai kota di Indonesia seperti Bali, Jogja, Bandung, Malang, dan Surabaya.
Untuk luar negeri, jejak kakinya sudah sampai di Bangkok, Hongkong, Singapura, Kuala Lumpur, hingga Makau.
“Kalau ke luar negeri, saya suka suasana kota-kota sibuk seperti Hongkong. Gedung-gedung tingginya keren banget difoto. Tapi juga senang wisata alam, pantai di Bali, atau suasana dingin di gunung,” katanya.
Baginya, setiap perjalanan membawa inspirasi baru untuk karya-karyanya. Kota yang sibuk justru memberinya ketenangan, karena ia merasa bisa menjadi pengamat, bukan bagian dari hiruk-pikuk.
Kini, Ivana Kristin adalah contoh nyata, bahwa hobi masa kecil bisa menjadi sumber penghidupan sekaligus kebahagiaan.
Ia membuktikan, dunia kreatif bukan sekadar dunia estetika, tapi juga dunia yang penuh makna dan fleksibilitas.
“Desain itu seperti hidup. Nggak ada satu cara pasti. Banyak pilihan, tergantung kita mau pakai cara apa. Yang penting, hasil akhirnya tetap menarik dan sesuai dengan tujuan,” tutupnya dengan senyum.












