Lompat ke konten utama

Info Kejadian Makassar

Restorasi Laut Pulau Bulupoloe: PT Vale Tanam 25 Struktur Karang dan Angkat 200 Kg Sampah

LUWU TIMUR, INKAM – Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia yang jatuh pada 26 Juli, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) mengambil langkah nyata, dalam upaya pemulihan lingkungan laut.

Bertempat di Pulau Bulupoloe, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, PT Vale menanam 25 struktur terumbu karang buatan, dan mengangkat lebih dari 200 kilogram sampah pesisir, dalam sebuah aksi kolaboratif lintas sektor.

Kegiatan ini merupakan respons terhadap krisis iklim global, dan kerusakan ekosistem laut yang semakin mengkhawatirkan.

Tidak hanya sebagai bentuk tanggung jawab sosial, inisiatif ini juga menjadi bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), yang dijalankan PT Vale secara konsisten mengacu pada standar internasional.

“Kami percaya bahwa menjaga laut adalah investasi jangka panjang, untuk masa depan yang berkelanjutan. Restorasi ini adalah bentuk nyata dari filosofi kami, bahwa keberlanjutan bukan sekadar komitmen, tapi tindakan,” ujar Adriansyah Chaniago, Chief Human Capital Officer PT Vale.

Selain penanaman karang, keterlibatan masyarakat menjadi kunci penting dalam pendekatan yang dilakukan PT Vale.

Pelatihan penyelam lokal dan edukasi kepada anak-anak muda, tentang pentingnya ekosistem laut menjadi bagian integral dari program restorasi.

Tak hanya PT Vale, kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI AL Lantamal VI Makassar, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Yayasan Konservasi Cinta Laut Indonesia (YKCLI), dan BPSPL Makassar.

Baca Juga  PT Vale Raih Peringkat Gold Laporan Keberlanjutan Terbaik, di Asia Sustainability Reporting Rating 2023

Hal ini memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor, dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

Brigjen TNI (Mar) Dr. Wahyudi, S.E., M.Tr.Hanla., M.M., M.Han., selaku Danlantamal VI Makassar, menyampaikan, bahwa tugas besar seperti menjaga laut hanya bisa dijalankan secara bersama.

“Sinergi antara TNI, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil, menjadi kunci untuk memastikan warisan laut dan pesisir bisa dinikmati generasi mendatang,” tegasnya.

Kegiatan di Pulau Bulupoloe ini menjadi contoh, kolaborasi yang kuat dan tindakan konkret, mampu menghidupkan kembali harapan atas laut yang sehat dan produktif.

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah