MAKASSAR, INKAM – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali menunjukkan komitmennya, dalam membentuk kader dakwah yang progresif.
Hal ini tercermin dalam pelepasan 19 mahasiswa, yang akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAS) 2025 ke Kabupaten Siak, Riau.
Dalam sambutannya, Rektor Unismuh, Dr Abdul Rakhim Nanda, menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman dan budaya lokal di tanah Melayu.
Acara pelepasan berlangsung di lantai 16 Gedung Igra Unismuh, Jumat (18/7/2025).
Turut hadir jajaran pimpinan universitas, termasuk Wakil Rektor I, III, dan IV, serta Ketua LP3M, dosen pendamping, dan sejumlah staf. Ketua LP3M Unismuh, Dr Muh Arief Muhsin, melaporkan bahwa para peserta berasal dari empat fakultas, dengan keberangkatan dijadwalkan pada 26 Juli, menggunakan kapal laut Pelni Tidar.
Dalam sambutannya, Rektor menggarisbawahi, bahwa KKN ini bukan sekadar bentuk pengabdian, tetapi juga arena pengujian karakter sebagai kader Muhammadiyah.
Ia mengingatkan mahasiswa, agar mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri.
“Jangan merusak nilai budaya lokal, apalagi jika kita berada di kawasan budaya Melayu. Tapi tetap tampil sebagai kader Muhammadiyah sejati,” tegasnya.
Rektor juga menyoroti peluang akademik dari kegiatan ini. Ia mendorong mahasiswa dan dosen pembimbing, untuk menghasilkan karya ilmiah dari pengalaman lapangan.
“Ini bisa jadi awal dari prestasi akademik kalian. Hasil pengabdian bisa ditulis jadi jurnal. Maka maksimalkan kolaborasi dengan dosen,” imbuhnya.
Wakil Rektor III, Dr KH Mawardi Pewangi, dalam pengajian yang digelar usai seremoni, mengutip surat Al-Hujurat ayat 13, menekankan pentingnya memahami keragaman budaya.
“Fastabiqul khairat, berlomba dalam kebaikan, termasuk dengan menghargai budaya setempat,” ujarnya.
Ia juga mendorong mahasiswa, untuk saling menasihati, dan menjaga solidaritas selama menjalankan program.
Dengan semangat dakwah dan nilai kemuhammadiyahan, mahasiswa Unismuh diharapkan tidak hanya hadir sebagai pelaksana program kerja, tetapi juga sebagai penyampai nilai-nilai Islam berkemajuan, yang relevan dan berdampak bagi masyarakat Melayu Riau.












