MAKASSAR, INKAM — Kalla Institute menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan, dengan menggelar Sustainable Workshop bertajuk “Pembuatan Lilin Estetik dengan Minyak Jelantah”.
Bekerja sama dengan Artcraft by Artani, kegiatan gratis yang berlangsung di Working Space lantai 6 Kalla Institute pada awal Juli ini, mengajak mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat umum, memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi.
Workshop tersebut membuktikan, pendekatan kreatif dapat menjadi jawaban atas isu lingkungan.
Minyak goreng bekas yang lazim dibuang, diolah menjadi lilin aromaterapi estetik yang ramah lingkungan dan memiliki potensi pasar.
“Melalui workshop ini, kami ingin menunjukkan bahwa mendaur ulang limbah tidak harus rumit atau berskala besar; kita bisa memulai dari dapur sendiri,” kata Syareevah Vie Alhabsyi, perwakilan Artani, di sela pelatihan.
Selain mempraktikkan teknik pembuatan lilin, peserta mendapat materi tentang pentingnya pengelolaan limbah, dan peluang usaha kreatif berbasis gaya hidup berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi rangkaian Dies Natalis ke-6 Kalla Institute.
Penanggung jawab acara sekaligus dosen Prodi Manajemen Ritel, Fitriyani, S.E., M.M., menyatakan, tujuan utama kegiatan adalah menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini, melalui metode edukatif dan aplikatif.
“Kami ingin membentuk generasi yang unggul secara akademik sekaligus peduli lingkungan, serta mampu menawarkan solusi berkelanjutan,” ujarnya.
Antusiasme terlihat dari berbagai bentuk lilin beraroma khas, yang dihasilkan peserta.
Kalla Institute berharap, inisiatif ini mendorong lebih banyak gerakan hijau serupa, dimulai dari rumah masing-masing, guna mewujudkan masyarakat yang semakin sadar lingkungan.















