MAKASSAR, INKAM – Suasana meriah menyelimuti gala premiere film “Jodoh 3 Bujang”yang digelar di Bioskop XXI Mal Panakkukang, Makassar, Jumat (20/6/2025).
Ratusan penonton dari kalangan komunitas, selebgram, media, hingga penikmat film, memadati studio untuk menjadi yang pertama menyaksikan film komedi keluarga ini, sebelum tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 26 Juni 2025 mendatang.
Disambut dengan gelak tawa dan tepuk tangan, film produksi Starvision bekerja sama dengan Rhaya Flicks ini, langsung mencuri perhatian.
Penonton tidak hanya menyaksikan film, tapi juga mendapat kesempatan spesial, berinteraksi bersama para pemain utama, seperti Jourdy Pranata, Christoffer Nelwan dan Maizura, yang hadir langsung dalam acara tersebut.
Disutradarai oleh Arfan Sabran, sineas asal Makassar yang sebelumnya dikenal lewat karya dokumenter peraih Piala Citra “Ininnawa: An Island Calling”, film ini menjadi debut fiksi layar lebarnya.
Arfan mengemas kisah lokal dengan cita rasa universal—menjadikan Jodoh 3 Bujang, sebagai suguhan segar yang menghibur sekaligus menyentuh.
Film ini mengangkat kisah Fadly (Jourdy Pranata), Kifly (Christoffer Nelwan) dan Ahmad (Rey Bong) —tiga bujang bersaudara yang diminta orang tuanya menikah bersamaan, karena alasan tradisi dan efisiensi biaya.
Namun, cobaan datang ketika Fadly ditinggal calon pasangannya, yang dijodohkan dengan pria lebih mapan.
Dalam waktu yang mepet, Fadly harus mencari jodoh pengganti, atau pernikahan kembar mereka terancam batal!
Dibumbui dengan aksi jenaka para komika seperti Musdalifah Basri, serta kehadiran para pemeran seperti Cut Mini, Nunu Datau, Barbie Arzetta, hingga Aisha Nurra Datau, film ini tidak hanya menyajikan deretan aktor ternama, tapi juga menyuguhkan chemistry kuat dan narasi yang mengalir penuh emosi dan tawa.
Menurut produser Chand Parwez Servia, film ini membawa nilai-nilai keluarga dan kebudayaan lokal, ke dalam balutan komedi hangat.
“Jodoh 3 Bujang adalah film yang membawa tawa, haru, sekaligus refleksi tentang makna cinta, perjuangan, dan tradisi. Ini kisah dari Indonesia Timur yang bisa menyentuh siapa saja,” ujarnya.
Sementara itu, produser dari Rhaya Flicks, Futih Aljihadi menyebut, kolaborasi ini sebagai langkah penting.
“Starvision dikenal sebagai jagoan film keluarga dan komedi. Melalui film ini, kami ingin ikut berkontribusi membawa cerita segar ke industri film tanah air,” jelasnya.
Jourdy Pranata, yang memerankan Fadly, mengaku mendapat tantangan tersendiri, karena harus menggunakan dialek Bugis-Makassar.
Namun, ia merasa terhubung secara emosional, karena latar cerita tentang tiga saudara, sangat dekat dengan kehidupannya sendiri.
“Saya anak pertama dari tiga bersaudara juga, jadi nyawa ceritanya terasa banget buat saya,” tuturnya.
Sutradara Arfan Sabran berharap, film ini bisa membuka ruang lebih luas bagi cerita-cerita lokal, yang bisa diterima secara nasional.
“Makassar adalah tempat saya tumbuh, dan tradisi di sini sangat kaya. Saya bersyukur Starvision memberi ruang untuk itu. Film ini bukan hanya hiburan, tapi bentuk cinta pada akar budaya sendiri,” ungkapnya penuh semangat.
Jodoh 3 Bujang bukan hanya komedi romantis biasa. Ia adalah cermin ringan kehidupan, lengkap dengan konflik keluarga, tuntutan tradisi, dan pencarian cinta sejati—disajikan dengan gaya khas Makassar yang hangat, jenaka, dan mengena.












