MAKASSAR, INKAM – Dunia seni peran kembali menghadirkan nama Hamka Pradifta, ke layar lebar.
Aktor yang juga dikenal sebagai jurnalis media lokal ini, didapuk menjadi salah satu pemeran dalam film horor terbaru berjudul Karunrung 1995, yang akan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 10 Juli 2025.
Dalam film yang diangkat dari kisah nyata tersebut, Hamka memerankan tokoh antagonis, seorang dukun sakti yang menjadi pusat misteri dan teror.
Karakter ini merupakan bagian penting, dari cerita yang terinspirasi dari tragedi berdarah, yang terjadi di Jalan Karunrung, Makassar, pada tahun 1995 silam.
Menariknya, Hamka tidak hanya tampil sebagai aktor.
Ia juga berperan di balik layar sebagai koordinator pemain, sekaligus penggagas ide awal film ini.
Bersama rumah produksi PT Binasol Pictures dari Jakarta dan tim lokal Makassar, film ini berhasil diwujudkan setelah menjalani proses produksi intensif pada November 2023.
Aktor Berpengalaman dengan Jejak Kuat di Dunia Seni
Hamka Pradifta bukanlah nama baru di dunia seni peran. Kecintaannya terhadap dunia akting, dimulai sejak kuliah di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, di mana ia aktif tampil di berbagai pementasan teater.
Beberapa pertunjukan seperti Laki-laki Bersorban Putih dan drama TVRI Pedang, menjadi batu loncatan awal dalam perjalanan seninya.
Seiring waktu, Hamka memperluas kiprahnya ke dunia film pendek, web series, FTV, bahkan acara TV nasional.
Beberapa judul film layar lebar yang pernah ia bintangi, antara lain De Toeng, MayDay, Tasbih Kosong, DOTI (Tumbal Ilmu Hitam), hingga Don’t Ever Take My Home.
Film Karunrung 1995 menjadi karya terbarunya, yang siap menyapa penonton di bioskop tanah air.
Aktif di Organisasi Perfilman
Di luar dunia akting, Hamka juga aktif dalam organisasi perfilman.
Ia tercatat sebagai anggota PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia) Sulawesi Selatan sejak 2019, dan kini menjabat sebagai Ketua Bidang Publikasi dan Dokumentasi di IKASFI (Ikatan Artis dan Sineas Film Indonesia) Makassar.
Menurut Hamka, peran antagonis dalam Karunrung 1995 menjadi salah satu tantangan sekaligus ruang ekspresi yang sangat ia nikmati.
“Film ini bukan hanya menghadirkan ketegangan, tapi juga menggugah sisi emosional dari sebuah kisah nyata yang pernah terjadi di kota kita,” ujarnya.
Dengan latar cerita yang kelam, didukung visual khas horor lokal, dan penampilan para aktor dari Jakarta dan Makassar, Karunrung 1995 diharapkan menjadi tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pengalaman sinematik yang berkesan.















