MAKASSAR, INKAM — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui program Indonesia Sustainable Waste Management Program (ISWMP), mendorong Kota Makassar untuk segera memanfaatkan peluang pengelolaan sampah berkelanjutan.
Program ini ditujukan untuk mengubah paradigma pengelolaan sampah, dari sekadar pembuangan menjadi sumber daya ekonomi.
Tim Pemantau dan Evaluasi Proyek Strategis Kementerian PU, Komang Raka menyampaikan, ISWMP dirancang untuk menangani hingga 100 ton sampah per hari, dengan fleksibilitas tinggi, dalam pilihan teknologi pengolahan, seperti produksi briket, bahan bakar minyak, atau daur ulang.
“Tujuan utama program ini adalah mengurangi ketergantungan terhadap TPA, dan mendorong pendekatan ekonomi sirkular. Kami menunggu kesiapan Kota Makassar untuk segera bergabung,” ujarnya.
Selain manfaat pengelolaan, program ini juga mengusung prinsip keberlanjutan dengan residu maksimal hanya 12 persen, yang diolah sesuai standar regulasi, karena berpotensi mengandung limbah medis atau B3.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut baik tawaran tersebut, dan mengungkapkan bahwa persoalan sampah di Makassar sudah masuk kategori mendesak.
Volume harian mencapai 1.000 ton, baik dari sampah baru maupun lama, menuntut pendekatan pengelolaan yang sistematis dan modern.
“Ini saat yang tepat untuk merumuskan pola pembangunan TPA yang tepat. Dengan dukungan pusat, kami bisa menata ulang sistem persampahan, agar lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujar Munafri.
Wali Kota juga menyinggung proyek Waste to Energy (WTE), yang masih menunggu penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA).
Ia berencana menemui Menteri LHK, untuk membahas masa depan proyek tersebut.
Jika PPA belum diteken, Pemkot Makassar akan melakukan negosiasi ulang, agar proyek tetap relevan dan sesuai kebutuhan daerah, termasuk memastikan keterlibatan aktif pemerintah daerah, dalam pelaksanaan program nasional ini.
Melalui ISWMP, Makassar diharapkan mampu menjadi kota percontohan dalam pengelolaan sampah modern, efisien, dan bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat dan daerah.















