INKAM, MAKASSAR — Makassar Half Marathon (MHM) 2025, tidak hanya menawarkan kompetisi lari semata.
Tahun ini, ajang tersebut tampil lebih inklusif dan inovatif, dengan berbagai terobosan yang memperkuat identitas Makassar sebagai kota olahraga.
Salah satu sorotan utama, adalah keterlibatan atlet dari National Paralympic Committee (NPC).
Tak hanya sebagai peserta, mereka juga dilibatkan sebagai bagian dari tim penyelenggara, menciptakan ruang olahraga yang lebih terbuka dan setara bagi semua kalangan.
Dari sisi keselamatan, MHM 2025 tidak main-main. Panitia menghadirkan tenaga medis profesional, termasuk Medical Director dari Jakarta, serta menyebar 10 unit Automated External Defibrillator (AED) di berbagai titik rute.
Pemeriksaan kesehatan ringan (PAR-Q), juga akan diterapkan pada peserta usia tertentu.
Ajang ini semakin menarik, dengan kehadiran medali eksklusif bertema lokal Makassar, yang akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi para finisher.
Penonton juga akan dimanjakan dengan hiburan seni dan budaya khas Sulawesi Selatan, di sepanjang area race village.
Konsep “Tantangan Double Category” menjadi fitur baru, yang memungkinkan peserta mengikuti dua kategori lomba dalam dua hari.
Inovasi ini memperkaya pengalaman pelari, dan mendorong eksplorasi batas kemampuan fisik mereka secara optimal.
Pemerintah Kota Makassar mendukung penuh, pelaksanaan MHM 2025.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar, Andi Muh. Yasir, mengatakan, ajang ini punya dampak besar terhadap sektor pariwisata, ekonomi UMKM, dan kolaborasi masyarakat.
MHM 2025 merupakan hasil kolaborasi antara Pemkot Makassar, sponsor, instansi pemerintah, dan manajemen lomba Idearun.
Panitia juga menggandeng Dinas Pendidikan, untuk melibatkan pelajar secara langsung, melalui pendaftaran terbatas secara offline yang menyasar generasi muda Makassar.












