INKAM, MAKASSAR – Kota Makassar mendapat kehormatan sebagai destinasi pertama, dalam rangkaian cinema visit, film horor terbaru berjudul Dasim.
Film produksi Starvision yang disutradarai Ginanti Rona ini, resmi tayang perdana di bioskop seluruh Indonesia, pada Kamis (15/5/2025), dan langsung disambut dengan antusiasme tinggi dari para penggemar film horor di Kota Daeng.
Kegiatan cinema visit digelar di dua lokasi sekaligus, yakni M’Tos XXI dan Panakkukang 21.
Tiga bintang utama film Dasim, yaitu Omar Daniel (Arman), Zulfa Maharani (Salma), dan Dinda Kanyadewi (Diah), hadir langsung menyapa para penonton.
Tak hanya menyapa, para pemain juga berbagi merchandise, berfoto bersama, dan bahkan membuat video bareng penggemar.
“Senang banget ya bisa datang ke Makassar. Antusiasmenya luar biasa. Rasanya memang pas kalau Makassar jadi kota pertama buat roadshow kita,” ujar Dinda Kanyadewi, yang tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.
Di sela-sela kegiatan, Dinda dan Zulfa juga berbagi cerita tentang pengalaman mereka, selama proses produksi film Dasim.
Dinda menyebut, syuting berjalan lancar tanpa gangguan mistis meski filmnya bertema horor.
Justru tantangan terbesarnya adalah pendalaman karakter, karena film ini mengangkat sosok jin yang belum banyak diketahui orang.
Zulfa pun menyampaikan pengalaman serupa. Ia mengaku harus melakukan riset mendalam tentang sosok jin Dasim, mengikuti workshop, hingga menjalani proses reading selama sebulan, untuk benar-benar menghidupkan karakternya sebagai Salma.
“Kami berharap film ini bukan cuma menakutkan, tapi juga membawa pesan kuat, terutama buat pasangan muda atau yang sedang menghadapi konflik rumah tangga. Dasim punya elemen horor yang menyentuh sisi emosional,” kata Zulfa.
Film Dasim berkisah tentang Salma dan Arman, pasangan muda yang awalnya bahagia, namun hidup mereka berubah mencekam setelah diganggu sosok jin Dasim.
Gangguan ini semakin parah, saat mereka pindah ke rumah sang ibu mertua, dimainkan oleh aktris senior Meriam Bellina.
Konflik demi konflik muncul—dari isu perselingkuhan hingga konflik dengan mertua—membuat film ini tak hanya menegangkan, tapi juga emosional.












