Info Kejadian Makassar

Bank Indonesia Soroti Peran Sulsel dalam Pertumbuhan Nasional, di Tengah Perang Dagang Global 2.0

INKAM, MAKASSAR – Bank Indonesia menyoroti peran strategis Sulawesi Selatan, sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional, di tengah tekanan global akibat Perang Dagang Global 2.0.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Sulsel pada kuartal I-2025 mencapai 5,78 persen, naik dari kuartal IV-2024 yang berada di angka 5,18 persen.

Rizki menyampaikan bahwa secara regional, wilayah Sulawesi mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia sebesar 6,40 persen (year-on-year), menjadikan Sulsel sebagai kontributor utama.

Sektor pertanian, industri pengolahan dan perdagangan, disebut sebagai penopang utama pertumbuhan, di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.

Ia menambahkan, forum diskusi “Sulsel Talk” yang digelar pada Rabu (14/5/2025) di Kantor BI Sulsel, menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia, untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Dalam forum ini, para pemangku kepentingan dihadirkan untuk merumuskan strategi, menghadapi eskalasi konflik dagang antara negara-negara besar, seperti Amerika Serikat dan Tiongkok.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, melalui Sekda Dr. Jufri Rahman, menilai forum ini penting, untuk memperkaya substansi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2030.

Menurutnya, gejolak global seperti perang dagang dapat berdampak pada harga komoditas, rantai pasok, hingga pasar ekspor.

Jufri menekankan, meskipun ekspor Sulsel sebagian besar masih ditujukan ke Jepang dan Tiongkok, kewaspadaan terhadap dampak tidak langsung tetap diperlukan.

Baca Juga  BI Sulsel Sosialisasikan Ciri Keaslian Uang Rupiah di Pasar Kabupaten Gowa

Ia berharap forum ini menjadi sumber masukan substantif, dalam perumusan arah kebijakan pembangunan jangka menengah Sulsel.

Selain BI dan Pemprov, forum ini juga menghadirkan Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, dan ekonom INDEF, Dr. Aviliani, yang membahas strategi stabilisasi sektor jasa keuangan dan penguatan ekspor.

Keduanya menyoroti pentingnya respons cepat terhadap tekanan global, agar perekonomian daerah tetap resilien.

Melalui forum “Sulsel Talk”, Bank Indonesia ingin mendorong kolaborasi lintas sektor, dalam memperkuat daya tahan ekonomi Sulsel.

Diskusi ini diharapkan, menjadi pijakan untuk merancang kebijakan ekonomi yang adaptif dan antisipatif, terhadap tantangan eksternal ke depan.

WhatsApp Image 2026-05-11 at 15.37.05
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO