INKAM, MAROS — Duka menyelimuti keluarga, setelah Marshanda (20), mahasiswi Fakultas Pertanian Unhas, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh tim SAR gabungan, Selasa (13/5/2025) sore.
Marshanda sebelumnya dilaporkan hilang pada Minggu lalu, setelah terseret arus Sungai Sapanna di Desa Bonto Matinggi, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros.
Proses pencarian berlangsung intens selama tiga hari, melibatkan ratusan personel gabungan.
“Korban ditemukan pukul 17.00 Wita dalam kondisi meninggal dunia, di bawah jembatan Dusun Tombolo, Desa Tompobulu, sekitar 6 kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang,” ujar Kapolsek Tompobulu, AKP Makmur.
Jenazah Marshanda ditemukan oleh tim SAR gabungan di belakang rumah warga, dan langsung dievakuasi ke Puskesmas Tompobulu pada pukul 17.40 Wita, untuk proses lebih lanjut.
Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian, dan rasa hormat terhadap keluarga korban.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, menyampaikan, proses pencarian melibatkan total 250 personel dari berbagai instansi, termasuk BPBD Maros, TNI-Polri, SAR UNM, serta relawan dan masyarakat setempat.
Tim SAR dibagi menjadi empat satuan tugas (SRU) yang menyisir berbagai titik strategis sepanjang aliran sungai.
SRU 1 memantau kondisi cuaca di hulu, SRU 2 menyisir dari titik kejadian hingga 700 meter ke hilir, SRU 3 menyisir area cekungan, dan SRU 4 menjelajahi hingga ke Jembatan Leko Pancing.
Kepergian Marshanda meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tapi juga bagi lingkungan kampus dan masyarakat sekitar.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, dalam menghadapi musibah ini.















