Info Kejadian Makassar

Rektor UIN Alauddin Makassar wakili Indonesia di program kepemimpinan pelayanan publik Selandia Baru

MAKASSAR, INKAM – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Ia menjadi satu-satunya wakil Indonesia, dalam Public Service Leadership Program for Senior Officials, atau Program Kepemimpinan Pelayanan Publik Tingkat Senior yang digelar di Wellington, Selandia Baru.

Program bergengsi ini berlangsung selama dua pekan, diselenggarakan oleh Victoria University of Wellington, salah satu universitas riset terkemuka di Selandia Baru.

Ajang ini dirancang khusus bagi para pemimpin senior pelayanan publik di kawasan ASEAN, dengan seleksi ketat, yang mempertimbangkan peran strategis peserta dalam kebijakan publik serta kemampuan berbahasa Inggris.

“Alhamdulillah, saya mendapatkan kesempatan berharga mengikuti program ini. Dari Indonesia, hanya saya yang terpilih. Mayoritas peserta lainnya berasal dari kementerian atau lembaga pemerintah dengan jabatan struktural setingkat Eselon I dan II. Menariknya, saya satu-satunya yang berlatar belakang akademisi,” ungkap Prof. Hamdan.

Guru Besar Sosiologi Fakultas Ushuluddin dan Filsafat ini menuturkan, total peserta berjumlah 14 orang dari berbagai negara ASEAN.

Selama program, para peserta tidak hanya mendapatkan teori dari profesor terkemuka, tetapi juga belajar langsung dari para CEO instansi pelayanan publik di Selandia Baru.

“Pada hari pertama, kami diperkenalkan dengan sistem pemerintahan dan pelayanan publik di Selandia Baru oleh seorang profesor administrasi publik,” jelasnya.

Program ini juga melibatkan diskusi interaktif, studi kasus, hingga simulasi kebijakan yang relevan dengan tantangan global.

Baca Juga  UIN Makassar dan NAHA Jepang, Jajaki Kerjasama Internasional Pengembangan Industri Halal

Kegiatan semakin istimewa dengan agenda kunjungan ke Gedung Parlemen Selandia Baru. Bagi Prof. Hamdan, pengalaman memasuki ruang sidang parlemen menjadi momen yang paling berkesan.

“Saya sempat bertanya tentang posisi duduk Perdana Menteri yang terlihat sangat sederhana, bahkan lebih kecil dibanding kursi Ketua dan Sekretaris Parlemen. Ternyata, saat sidang, Perdana Menteri adalah anggota parlemen biasa, dan pemimpin tertinggi dalam persidangan adalah Ketua Parlemen. Sebuah pelajaran menarik tentang sistem demokrasi negara persemakmuran,” pungkasnya.

Dengan partisipasi ini, Prof. Hamdan tidak hanya membawa nama baik UIN Alauddin Makassar, tetapi juga menegaskan peran penting akademisi Indonesia, dalam forum internasional yang membahas tata kelola dan kepemimpinan pelayanan publik.

WhatsApp Image 2026-04-09 at 09.33.21
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO