INKAM, MAKASSAR – Telkomsel tak hanya memperluas jangkauan jaringan 5G, tetapi juga meningkatkan kualitasnya, dengan mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara menyeluruh, dalam pengelolaan layanan dan jaringan Hyper 5G.
Penggunaan AI memungkinkan sistem jaringan merespons gangguan secara otomatis, dan mengelola lalu lintas data secara lebih efisien.
Hal ini diwujudkan melalui kerangka kerja Autonomous Networks, yang dikembangkan Telkomsel sejak awal pengembangan 5G.
“Dengan pendekatan berbasis AI, kami mampu memberikan pengalaman layanan yang optimal, kapan saja dan di mana saja, termasuk saat trafik tinggi,” kata Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna.
Telkomsel juga menghadirkan layanan pelanggan berbasis AI seperti Asisten Virtual Veronika, untuk pelanggan ritel (B2C), dan Virtual Account Manager Ted untuk pelanggan korporasi (B2B).
Keduanya terkoneksi dengan AI Service Operations Center, memungkinkan interaksi responsif dan efisien.
Keunggulan lain dari Hyper 5G adalah latensi rendah, yang sangat cocok untuk layanan-layanan berbasis real-time, seperti gaming, live streaming, serta Internet of Things (IoT).
Ini menjadi nilai tambah, bagi pelanggan individu maupun sektor bisnis.
Penerapan AI juga membantu Telkomsel, dalam melakukan pemetaan kebutuhan jaringan berdasarkan perilaku pengguna.
Dengan demikian, ekspansi jaringan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran dan berbasis data.
Upaya Telkomsel ini, menempatkan perusahaan sebagai pionir integrasi teknologi AI dalam ekosistem jaringan seluler di Indonesia, memperkuat daya saing, sekaligus memperluas adopsi teknologi pintar di tengah masyarakat.












