INKAM, BEKASI – Komitmen Universitas Megarezky (Unimerz), dalam memperkuat kontribusi di ranah pendidikan tinggi kesehatan nasional, kembali dibuktikan.
Dalam agenda Halal Bihalal, yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Himpunan Perguruan Tinggi Kesehatan Indonesia (HPTKes), dua tokoh Unimerz resmi dikukuhkan, sebagai bagian dari kepengurusan pusat periode 2025–2030.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 29 April 2025 di Kampus Universitas Gunadarma ini, turut melibatkan sejumlah organisasi besar pendidikan tinggi, termasuk APTISI dan APPERTI.
Pada kesempatan ini, Pembina Yayasan Pendidikan Islam Unimerz, Dr. H. Alimuddin, SH, MH, MKn., dilantik sebagai Pembina HPTKes Pusat.
Sementara, Direktur Program Pascasarjana Unimerz, Dr. Ns. Julia Fitrianingsih, MKep, MKes., ditetapkan sebagai Wakil Ketua Divisi Pembelajaran.
Acara pelantikan ini dihadiri langsung oleh Ketua APTISI dan HPTKes Pusat, Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, M.Si., ME., Ketua APPERTI Prof. Mansyur Ramli, serta sejumlah pejabat kementerian dan pimpinan perguruan tinggi, termasuk Universitas Gunadarma sebagai tuan rumah.
Suasana hangat Halal Bihalal, turut menjadi momentum mempererat sinergi antar pimpinan institusi pendidikan tinggi.
Dalam sambutannya, Prof. Budi Djatmiko menyampaikan pentingnya peran kolektif perguruan tinggi, dalam menjawab tantangan dunia kesehatan di Indonesia, termasuk isu-isu strategis, seperti regulasi praktik mandiri tenaga kesehatan.
“Melalui HPTKes, kita ingin mencari solusi bersama demi kemajuan pendidikan, dan pelayanan kesehatan nasional,” tegasnya.
Budi juga menekankan, Halal Bihalal bukan sekadar tradisi, melainkan sarana silaturahmi intelektual, yang memperkuat kolaborasi dan semangat membangun pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan solutif.
Ia juga mengapresiasi kontribusi para pembina dan tokoh pendidikan tinggi, yang terus mengawal arah kebijakan APTISI dan HPTKes.
Kehadiran dua figur dari Unimerz di jajaran pengurus HPTKes Pusat, menjadi kebanggaan tersendiri, sekaligus pengakuan terhadap kiprah kampus ini, dalam pengembangan pendidikan kesehatan.
Hal ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kolaboratif, dan penguatan mutu pendidikan, di lingkungan Unimerz dan wilayah timur Indonesia.















