INKAM, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja positif sektor pembiayaan UMKM di Sulawesi Selatan, pada Februari 2025.
Penyaluran kredit kepada UMKM tumbuh 1,46 persen (yoy), dengan total mencapai Rp61,31 triliun.
Jumlah ini mencakup 37,90 persen dari keseluruhan kredit yang disalurkan, oleh bank umum di wilayah tersebut.
Menariknya, kredit usaha mikro menjadi motor utama pertumbuhan pembiayaan UMKM.
Dari total kredit UMKM, sebanyak Rp33,91 triliun atau 55,30 persen disalurkan untuk mendukung sektor usaha mikro.
Capaian ini menunjukkan fokus perbankan, dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.
“Porsi terbesar kredit UMKM disalurkan kepada sektor usaha mikro, karena dinilai paling tahan terhadap gejolak ekonomi, dan memiliki dampak langsung terhadap penguatan ekonomi rumah tangga,” ujar Moch. Muchlasin, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Secara keseluruhan, penyaluran kredit UMKM di Sulsel telah menjangkau 911.796 debitur.
Ini mencerminkan, inklusi keuangan yang terus meningkat, dan semakin luasnya akses pelaku usaha kecil terhadap pendanaan formal.
Muchlasin menegaskan, pihaknya terus mendorong perbankan, untuk memperluas jangkauan pembiayaan UMKM, terutama dengan pendekatan berbasis digital, agar lebih efisien dan menjangkau wilayah terpencil.















