INKAM, JAKARTA — Area persimpangan menjadi perhatian utama, dalam kampanye keselamatan berkendara AHM tahun ini, yang ditujukan khusus bagi perempuan.
Melalui pelatihan intensif yang berlangsung sepanjang April 2025, AHM ingin membangun kesadaran, bahwa kecelakaan lalu lintas banyak terjadi akibat kesalahan manusia, terutama saat melintasi persimpangan jalan.
Tiga kesalahan umum yang sering terjadi, adalah kurangnya pemahaman terhadap kondisi sekitar, tidak menyesuaikan kecepatan, serta kurang menjaga jarak aman.
Dalam kampanye bertema “Persimpangan Aman, Cantik sampai Tujuan”, para peserta dilatih menghadapi risiko tersebut, dengan praktik langsung melalui alat simulasi Honda Riding Trainer.
Instruktur mengajarkan prinsip dasar keselamatan saat mendekati persimpangan: mengurangi kecepatan, mengamati arah kanan-kiri, dan memastikan kondisi aman sebelum melintas.
Strategi ini dinilai penting untuk menciptakan kebiasaan berkendara yang waspada dan bertanggung jawab.
Program ini juga melibatkan pakar-pakar keselamatan dari kepolisian, dan pemerintah.
Mereka menyampaikan edukasi terbaru tentang teknik antisipasi bahaya, pentingnya membaca situasi lalu lintas, serta pengambilan keputusan yang cepat namun bijak di jalan.
Dengan pelatihan ini, AHM berharap peserta tidak hanya tampil percaya diri, tetapi juga siap menghadapi tantangan berkendara secara aman, khususnya di titik-titik rawan seperti perempatan, simpang tiga, atau jalan tanpa lampu lalu lintas.
Melalui pendekatan berbasis data dan praktik, AHM menunjukkan, keselamatan berkendara bukan hanya soal teknis, tetapi juga soal mental, kebiasaan, dan pengambilan keputusan yang cermat.












