INKAM, JAKARTA – Kegiatan edukasi keuangan yang digelar dalam rangka Hari Kartini 2025, menjadi langkah nyata pemberdayaan perempuan, khususnya bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) perempuan.
OJK, BI, dan KP2MI menekankan pentingnya keterampilan literasi finansial, sebagai modal jangka panjang, yang bisa dimanfaatkan PMI saat kembali ke tanah air.
Kepala Eksekutif OJK, Friderica Widyasari Dewi, menuturkan, keterampilan literasi keuangan akan sangat membantu para PMI, dalam merancang masa depan setelah purna tugas.
“Saat mereka kembali, ada tabungan yang bisa digunakan untuk membuka usaha, atau melanjutkan usaha keluarga,” ujarnya.
Ia menambahkan, literasi keuangan juga menjadi salah satu alat perlindungan diri, dari eksploitasi ekonomi dan jeratan pinjaman ilegal.
Dengan pemahaman yang baik, PMI bisa menghindari jebakan investasi bodong, arisan online palsu, hingga pinjol ilegal yang kerap menargetkan masyarakat akar rumput.
Kegiatan yang dihadiri langsung oleh ratusan PMI perempuan ini, juga diisi sesi motivasi dari figur PMI sukses, dan pemaparan layanan keuangan seperti tabungan emas, QRIS, serta remitansi perbankan.
Ini menjadi bentuk dukungan konkret, agar perempuan PMI tak hanya menjadi pengirim devisa, tetapi juga pelaku ekonomi produktif.
Sebagai penutup acara, sebanyak 11 tenaga pengajar dari KP2MI dan BP3MI dikukuhkan sebagai Duta Literasi Keuangan secara simbolis.
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam gerakan literasi keuangan nasional, khususnya untuk kalangan pekerja migran perempuan.















