INKAM, MAKASSAR – Suasana haru menyelimuti pelaksanaan Wisuda Universitas Hasanuddin (Unhas) Periode April 2025 di Baruga A.P. Pettarani, Kamis (10/4/2025), saat Menteri Pertanian RI, Dr. Andi Amran Sulaiman, MP, memberikan sambutan dan motivasi.
Bukan hanya hadir sebagai menteri, Amran juga tampil sebagai Ketua Ikatan Alumni (IKA) Unhas yang peduli dan penuh empati.
Dalam pidatonya, Amran menyampaikan pesan-pesan inspiratif kepada para wisudawan dan wisudawati, agar terus mengejar kesuksesan dengan menjaga adab dan doa orang tua.
Namun, momen paling menyentuh terjadi, ketika ia memanggil empat mahasiswa yang diketahui berstatus yatim, untuk naik ke atas panggung.
Keempat mahasiswa tersebut adalah Sri Maharani dari Fakultas Farmasi, Nurul Hudayah dari Fakultas Teknik, Andi Rabithah dari Fakultas Kedokteran, dan Cakra Saputra dari Fakultas Ilmu Budaya.
Ketiganya adalah mahasiswa yatim, sedangkan Cakra masih memiliki ibu yang turut hadir dalam prosesi wisuda.
Amran secara khusus meminta, agar ibu dari Cakra Saputra ikut naik ke atas panggung.
Suasana menjadi emosional, saat sang ibu didampingi putranya, menerima penghormatan dari Menteri Pertanian yang juga alumnus Unhas.
Amran pun berbincang hangat dengan para mahasiswa tersebut, dan menanyakan rencana studi mereka ke depan.
Setelah berdialog dengan para wisudawan tersebut, Amran membuat kejutan, dengan mengumumkan pemberian beasiswa untuk melanjutkan pendidikan mereka.
“Maaf Pak Rektor, mereka anak yatim, saya kasih mereka beasiswa untuk kuliah sampai tiga semester,” ucapnya disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.
Langkah spontan Amran ini menjadi sorotan, karena menunjukkan kepedulian nyata terhadap alumni muda Unhas, yang membutuhkan dukungan.
Tindakan tersebut juga menguatkan perannya sebagai Ketua IKA Unhas, yang tidak hanya hadir secara simbolik, tetapi juga memberi dampak langsung.
Melalui momen ini, Amran Sulaiman menegaskan, bahwa sukses bukan hanya soal pencapaian pribadi, tapi juga tentang memberi manfaat bagi sesama.
“Bantu orang lain selagi mampu, karena itulah bentuk syukur yang sesungguhnya,” tuturnya, menutup sambutan dengan penuh makna.












