INKAM, MAKASSAR – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menutup tahun 2024, dengan capaian produksi nikel yang melampaui target.
Perusahaan berhasil mencatatkan produksi sebesar 70.905 metrik ton, sedikit lebih tinggi dari target awal yang ditetapkan sebesar 70.805 metrik ton.
Capaian ini menunjukkan komitmen PT Vale, dalam menjaga kinerja operasional yang efisien dan berkelanjutan.
Direktur & Chief Operation and Infrastructure Officer PT Vale, Abu Ashar, mengungkapkan, keberhasilan ini tidak lepas dari strategi operasional, yang berorientasi pada efisiensi dan keberlanjutan.
“Kami terus menerapkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab, termasuk dalam pemanfaatan sumber daya dan efisiensi produksi, sehingga bisa mencapai hasil yang optimal tanpa mengorbankan aspek lingkungan,” ujarnya.
Selain pencapaian produksi, PT Vale juga berkomitmen terhadap aspek keberlanjutan, dengan mengutamakan teknologi ramah lingkungan dalam setiap prosesnya.
Proyek strategis seperti IGP Pomalaa, IGP Morowali, dan HPAL Sambalagi, menjadi bagian dari langkah PT Vale, dalam mendukung transisi energi hijau, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global mineral kritis.
Dalam kesempatan yang sama, Head of Corporate Communications PT Vale, Vanda Kusumaningrum, menyoroti pentingnya peran media, dalam menyampaikan perkembangan industri pertambangan kepada publik.
“Media memiliki peran penting, dalam membangun pemahaman yang lebih baik, mengenai industri pertambangan yang transparan dan bertanggung jawab. Kami ingin terus bersinergi, dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat,” kata Vanda.
Dengan capaian positif di tahun 2024, PT Vale semakin optimistis, dalam menghadapi tantangan industri pertambangan di masa depan.
Perusahaan akan terus memperkuat inovasi dan efisiensi operasional, sekaligus memastikan praktik pertambangan yang berkelanjutan, demi pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat.















