INKAM, MAKASSAR – Harga emas dunia dibuka di level $2,884.57 per troy ounce, pada perdagangan hari ini, dengan harga per gram mencapai $92.74.
Kenaikan harga emas ini terjadi di tengah tren penguatan yang masih berlangsung, meskipun kini mendekati level tertinggi di $2,942.71 per troy ounce.
Secara teknikal, harga emas masih berada dalam channel uptrend yang kuat, mencerminkan dominasi sentimen bullish di pasar.
Namun, posisi harga yang semakin dekat dengan rekor tertinggi memunculkan pertanyaan, apakah tren ini akan berlanjut atau justru mengalami koreksi dalam waktu dekat.
Beberapa faktor fundamental mempengaruhi pergerakan harga emas, termasuk kebijakan moneter bank sentral, tingkat inflasi global, serta pergerakan nilai tukar dolar AS yang hari ini tercatat berada di Rp16.225 per dolar.
Dengan dolar yang masih kuat, investor perlu mencermati potensi volatilitas, yang bisa berdampak pada pergerakan harga emas.
Dalam prediksi harian, analis pasar memberikan rekomendasi pending order dengan level beli di $2,836.57 dan jual di $2,963.15, dengan masa berlaku hingga 17 Februari 2025 pukul 23.30 WITA.
Namun, seperti biasa, peringatan diberikan bahwa semua keputusan perdagangan harus disertai manajemen risiko yang baik, mengingat volatilitas pasar yang tinggi.
Investor emas juga perlu mempertimbangkan potensi aksi ambil untung di level tertinggi saat ini.
Jika harga emas gagal menembus resistance di $2,942.71, koreksi harga bisa terjadi dalam jangka pendek.
Namun, jika tekanan beli tetap kuat, bukan tidak mungkin harga emas akan mencetak rekor baru, dalam beberapa hari ke depan.
Dengan dinamika pasar yang terus berubah, investor disarankan untuk terus memantau perkembangan global, terutama kebijakan ekonomi AS dan pergerakan indeks dolar.
Faktor geopolitik dan sentimen pasar, juga dapat menjadi katalis pergerakan harga emas, dalam beberapa waktu mendatang. (Adi S Pabisi)












