Info Kejadian Makassar

Unhas Kukuhkan Empat Guru Besar Baru, Soroti Keberlanjutan dan Inovasi di Bidang Agrokompleks

INKAM, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi mengukuhkan empat guru besar baru dari Fakultas Kehutanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, serta Fakultas Peternakan dalam Rapat Paripurna Senat Akademik yang digelar di Ruang Senat Akademik Unhas, Gedung Rektorat, Kampus Tamalanrea, Makassar, Selasa (11/2/2025).

Acara ini juga disiarkan secara langsung, melalui kanal YouTube Senat Akademik Unhas.

Empat profesor yang dikukuhkan adalah Prof. Makarennu, S.Hut., M.Si., Ph.D. dari Fakultas Kehutanan, Prof. Dr. Ir. Siti Halimah Larekeng, SP., MP. dari Fakultas Kehutanan, Prof. Dr. Ir. Nadiarti, M.Sc. dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, serta Prof. Dr. Ir. Sri Purwanti, S.Pt., M.Si., IPU., ASEAN Eng. dari Fakultas Peternakan.

Keempatnya telah berkontribusi, dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidangnya masing-masing.

Rapat pengukuhan dihadiri Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., Ketua, Sekretaris, dan Anggota Majelis Wali Amanat, Senat Akademik, serta Dewan Profesor.

Selain itu, hadir pula tamu undangan dan keluarga besar dari para guru besar yang dikukuhkan.

Acara berlangsung dengan khidmat, sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian akademik yang telah diraih.

Dalam sambutannya, Rektor Unhas mengapresiasi penambahan guru besar ini, sebagai langkah maju dalam peningkatan kualitas akademik Unhas.

Ia menekankan bahwa keberadaan para guru besar baru, akan semakin memperkuat pengembangan ilmu pengetahuan, yang berorientasi pada keberlanjutan dan inovasi.

Baca Juga  PK Identitas Unhas, Borong Dua Gold Winner, Pada Penghargaan ISMA Award 2024

“Interdisiplin adalah sebuah keniscayaan. Ke depan, Unhas harus menjadi contoh dalam menyelesaikan persoalan yang tidak bisa diselesaikan, hanya dengan satu disiplin ilmu saja. Kolaborasi lintas bidang sangat diperlukan, untuk menghasilkan solusi yang lebih komprehensif,” ujar Prof. Jamaluddin.

Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Makarennu membahas konsep Adaptive Collaborative Marketing (ACM), sebagai model bisnis berkelanjutan dalam usaha kehutanan masyarakat.

Model ini menekankan pentingnya adaptasi, kolaborasi, dan inovasi pemasaran, untuk mendukung ekonomi berbasis hutan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Prof. Siti Halimah menyoroti peran kultur jaringan dalam konservasi biodiversitas, yang dapat menjaga keanekaragaman hayati tanaman melalui teknik perbanyakan in vitro.

Dari bidang kelautan dan perikanan, Prof. Nadiarti mengangkat isu tantangan dalam pengelolaan biodiversitas perairan di Indonesia, termasuk ancaman kepunahan spesies, akibat eksploitasi berlebihan dan perubahan ekosistem.

Adapun Prof. Sri Purwanti memaparkan inovasi dalam rekayasa pakan berbasis fitobiotik, yang menggunakan bahan alami dari tumbuhan, untuk meningkatkan efisiensi dan kesehatan unggas.

Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi industri perunggasan nasional, dalam meningkatkan ketahanan pangan hewani secara berkelanjutan.

Rapat paripurna ini berlangsung hingga pukul 11.30 WITA dalam suasana penuh khidmat.

Dengan bertambahnya empat guru besar baru, Unhas semakin memperkuat posisinya, sebagai institusi pendidikan tinggi, yang berkomitmen pada pengembangan ilmu pengetahuan berbasis keberlanjutan dan inovasi.

WhatsApp Image 2026-05-11 at 15.37.05
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO