INKAM, MOROWALI – Proyek Indonesia Growth Project (IGP) Morowali yang digarap PT Vale Indonesia Tbk, menjadi salah satu contoh nyata sinergi lintas sektor, dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), PT Vale menggagas program yang tidak hanya berfokus pada pertambangan, tetapi juga pengembangan masyarakat dan ketahanan pangan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Melalui program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan (PSRLB), PT Vale melibatkan masyarakat lokal, dalam praktik pertanian organik yang mencakup padi, sayuran, dan tanaman herbal.
Program ini bertujuan tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal.
“Melalui sinergi dengan pemerintah dan masyarakat, kami berharap dapat menciptakan dampak positif yang nyata, baik dalam penguatan ketahanan pangan maupun pemberdayaan ekonomi lokal,” ujar Head of Bahodopi Project PT Vale, Wafir.
Selain pertanian, PT Vale juga mendukung ekonomi kreatif, dengan memproduksi hasil lokal, seperti minuman tradisional dan produk organik khas Morowali.
Inisiatif ini diharapkan, menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.
Kunjungan Pangdam XIII/Merdeka ke PT Vale, menambah bobot strategis proyek ini.
Mayjen TNI Suhardi menekankan pentingnya integrasi proyek strategis nasional dengan ketahanan pangan, untuk menciptakan kemajuan yang menyeluruh.
“Kolaborasi lintas sektor seperti ini, adalah model keberhasilan yang harus diperluas di daerah lain,” ungkapnya.
Proyek PT Vale di Morowali tidak hanya menjadi motor penggerak ekonomi lokal, tetapi juga model keberlanjutan, yang mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar.
Dengan dukungan berbagai pihak, Morowali diharapkan dapat menjadi daerah percontohan pembangunan nasional, yang inklusif dan ramah lingkungan.












