INKAM, MAKASSAR – Perbankan syariah di Sulawesi Selatan menunjukkan perkembangan signifikan, dengan pertumbuhan aset mencapai 12,5 persen hingga November 2024.
Total aset perbankan syariah di wilayah ini tercatat sebesar Rp22,8 triliun.
Kepala OJK Sulselbar, Darwisman mengatakan, pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan produk keuangan berbasis syariah.
“Permintaan terhadap produk perbankan syariah semakin tinggi, terutama di sektor pembiayaan dan tabungan,” ungkapnya.
Produk pembiayaan seperti murabahah dan ijarah, menjadi kontributor utama pertumbuhan.
Selain itu, tabungan syariah juga mencatatkan kenaikan yang signifikan, seiring dengan peningkatan literasi masyarakat terhadap keuangan syariah.
OJK terus mendukung pengembangan perbankan syariah melalui berbagai inisiatif, termasuk mendorong digitalisasi layanan dan memperluas akses produk keuangan syariah.
Langkah ini bertujuan, untuk memperkuat inklusi keuangan di Sulawesi Selatan.
Tantangan utama yang dihadapi perbankan syariah, adalah meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dan diversifikasi produk.
Oleh karena itu, OJK bersama industri terus berupaya menciptakan inovasi baru, yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan pertumbuhan yang konsisten, perbankan syariah diharapkan dapat berperan lebih besar, dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan di Sulawesi Selatan.
Hal ini juga menjadi bagian dari komitmen nasional, dalam pengembangan ekonomi syariah.















