INKAM, MAKASSAR – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana dan meminimalisir jumlah korban, Unit Siaga SAR Luwu Timur resmi dialihkan, dari kendali Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kendari, ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar.
Serah terima ini melibatkan personel dan sejumlah aset Barang Milik Negara (BMN), dari Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kendari, Amiruddin A.S., kepada Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar.
Proses tersebut berlangsung di Aula Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar.
Muhammad Arif Anwar menegaskan, peralihan Unit Siaga SAR Luwu Timur ini, diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan dalam penanganan bencana di wilayah Sulawesi Selatan.
“Dengan beralihnya Unit Siaga SAR Luwu Timur ke wilayah kerja kami, tentu saja tidak menutup kemungkinan, untuk tetap menjaga sinergi dan kerja sama dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kendari,” ujar Arif dalam sambutannya.
Arif juga menekankan pentingnya peran personel yang sudah bertugas di Unit Siaga SAR Luwu Timur, dalam mendukung operasional di wilayah tersebut.
Ia meminta agar tanggung jawab pelaksanaan siaga dan operasi SAR, tetap menjadi prioritas utama meski dengan keterbatasan personel.
“Dukungan personel yang telah menempati Unit Siaga SAR Luwu Timur sangat dibutuhkan, untuk memastikan kelancaran tugas siaga dan operasi. Walaupun dengan sumber daya terbatas, pelaksanaan operasi SAR harus tetap dilakukan secara maksimal,” tambahnya.
Langkah strategis ini, diharapkan mampu mempercepat respons terhadap bencana di wilayah Sulawesi Selatan, khususnya di Luwu Timur, yang memiliki potensi bencana cukup tinggi.
Dengan sinergi antarunit SAR, operasional penanggulangan bencana akan semakin efektif.
Serah terima ini menjadi simbol komitmen bersama, dalam menjaga keselamatan masyarakat, dengan penguatan infrastruktur dan sumber daya yang lebih terintegrasi, di bawah kendali Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar.















