INKAM, MAKASSAR – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sulselbartra) menutup tahun 2024 dengan capaian gemilang.
Total penerimaan pajak mencapai Rp19,66 triliun, atau 100,34 Persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp19,6 triliun.
Prestasi ini menjadi bukti nyata dari gotong royong masyarakat, dalam mendukung pembangunan bangsa melalui sektor pajak.
Kepala Kanwil DJP Sulselbartra, Heri Kuswanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh wajib pajak, yang telah berkontribusi dalam pencapaian ini.
“Capaian ini bukan hanya sekadar angka, tetapi simbol kerja sama seluruh elemen bangsa. Kepercayaan dan dukungan wajib pajak adalah kunci utama,” ujarnya, Senin (6/1/2025).
Meskipun tantangan ekonomi global mewarnai perjalanan tahun 2024, Kanwil DJP Sulselbartra mampu memenuhi target dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial, sebesar Rp5,36 triliun atau 27,26 Persen dari total penerimaan.
Selain itu, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) mendominasi penerimaan dengan kontribusi Rp7,99 triliun, setara dengan 40,63 Persen dari total penerimaan pajak.
Dibandingkan tahun sebelumnya, penerimaan pajak di Kanwil DJP Sulselbartra tumbuh 4,04 Persen.
Pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan yang semakin besar dari masyarakat, terhadap sistem perpajakan yang lebih transparan dan efisien.
Peningkatan ini juga menunjukkan peran aktif wajib pajak, dalam mendukung upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi dan pembangunan.
Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan, Direktorat Jenderal Pajak meluncurkan Sistem Inti Administrasi Perpajakan (Coretax) pada 1 Januari 2025.
Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akurasi administrasi perpajakan di Indonesia.
Peluncuran Coretax diharapkan semakin mempermudah wajib pajak, dalam memenuhi kewajiban perpajakan mereka.
Kanwil DJP Sulselbartra optimistis, akan melanjutkan tren positif ini di tahun 2025.
“Pajak bukan sekadar kewajiban, tetapi wujud nyata kontribusi kita bersama untuk membangun bangsa yang lebih baik. Kami berharap dukungan dan partisipasi wajib pajak terus terjaga,” pungkas Heri.
Dengan semangat gotong royong, penerimaan pajak akan terus menjadi pilar utama, dalam mendorong pembangunan Indonesia yang lebih maju.















