INKAM, MAKASSAR – Wali Kota Makassar terpilih, Munafri Arifuddin, atau yang akrab disapa Appi, resmi memperkenalkan formasi tim transisi, sebagai langkah awal membangun pemerintahan, yang berfokus pada keberlanjutan dan inovasi.
Tim ini terdiri dari para ahli lintas bidang, untuk mendukung perencanaan dan pelaksanaan kebijakan strategis.
Appi menegaskan, tim transisi bertujuan mempertajam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), sekaligus menciptakan sistem pemerintahan yang lebih efektif.
“Kami ingin memastikan program-program yang sudah berjalan dengan baik tetap dilanjutkan atau ditingkatkan, sembari mengintegrasikan program unggulan kami secara bertahap,” ungkapnya dalam konferensi pers, Jumat (20/12/2024).
Lima anggota inti tim transisi diperkenalkan sebagai tokoh dengan keahlian strategis.
Di antaranya Hudli Huduri, yang akan fokus pada ekonomi, keuangan, UMKM, dan ketenagakerjaan; Prof. Aswanto, yang menangani aspek hukum dan kebijakan; Dr. Muhammad Idris, yang berfokus pada tata kelola pemerintahan; Dara Nasution, yang memimpin inisiatif digitalisasi dan pembinaan anak muda; serta Prof. Batara Surya, yang menangani pengwilayahan dan perencanaan tata ruang.
Appi juga menyebut, pentingnya menjalin kolaborasi dengan sejumlah tokoh, seperti mantan Wali Kota Makassar dua periode, Ilham Arief Sirajuddin, dan Andi Heri Iskandar.
“Kami ingin mendapatkan masukan terbaik dari berbagai sudut pandang untuk membangun pemerintahan yang inklusif,” tambahnya.
Selain tim inti, dua juru bicara, Januar Jauri Darwis dan Andi Widya Syadzwina, ditunjuk untuk memastikan komunikasi yang efektif.
Tim teknis yang sebelumnya membantu persiapan debat Appi juga dilibatkan, untuk mendukung kelancaran proses transisi.
“Formasi ini sengaja dibuat ramping tetapi fleksibel, dan akan diperluas sesuai kebutuhan. Yang terpenting, kami ingin menunjukkan bahwa pemerintahan kami berorientasi pada keberlanjutan dan keterbukaan,” ujar Appi.
Tim transisi ini juga akan fokus pada modernisasi layanan publik berbasis digital, peningkatan efisiensi birokrasi, dan penguatan tata ruang kota, untuk memastikan pembangunan Makassar yang lebih maju dan terstruktur.
Dengan komposisi tim yang kuat dan terarah, Munafri Arifuddin optimistis, transisi pemerintahan ini menjadi pijakan penting dalam mewujudkan visi Kota Makassar yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing di masa depan.















